SHARE

METROPOLITAN.ID | , Mohammed Saad, aktivis Suriah menceritakan bagaimana kisahnya ditahan oleh ISIS. Ia mengaku mendapat siksaan secara rutin, dipukul atau digantung tangannya.  Pada suatu saat orang yang memenjarakannya, memaksa ia dan tahanan lain bersembunyi di penjara.Alasannya? Seorang ulama Muslim sedang menginspeksi fasilitas tahanan tersebut. Ulama tersebut mengatakan kepada petugas ISIS, mereka tidak boleh menyiksa tahanan. Selain itu tahanan yang dipenjara tanpa tuntutan harus dibebaskan dalam kurun paling lama 30 hari. Setelah kunjungan selesai, tahanan kembali ke tempat semula. “Ini merupakan gang kriminal, mereka mencoba berpura-pura menjadi negara,” ujar Saad berbicara di Turki. “Semua pembicaraan tentang syariah dan nilai Islam adalah propaganda. Daesh (ISIS) adalah tentang penyiksaan dan pembunuhan,” ujarnya. Saad berhasil keluar dari tahanan ISIS pada Oktober. Menurutnya, ISIS menjalankan kepemimpinan diktator seperti yang dilakukan Presiden Suriah Bashar al-assad. Di bawah ISIS juga muncul kelas-kelas elite yang mendapatkan keistimewaaan. Mereka, tentara ISIS bahkan mengabaikan perintah dari ulamanya(REPUBLIKA.CO.ID)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY