SHARE

METROPOLITAN.ID | Jakarta – Pasca-terjadinya tawuran maut yang menyebabkan satu orang meninggal dunia, warga RT 01 hingga RT 011 RW 10, Kelurahan Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, menggelar kegiatan bertajuk “Deklarasi Perdamaian Warga Menteng Dalam”, Rabu (6/1) malam.

Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Purwanta mengatakan, kegiatan deklarasi itu digelar sekitar pukul 20.00 WIB, di Halaman Kantor RW 10 Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan.

Menurutnya, acara dihadiri para Ketua RT 01 hingga RT 011, tokoh masyarakat, tokoh agama, Ketua RW 10 Ruslan, Kapolsek Tebet Kompol Nurdin A Rahman, Kasat Binmas Polres Jakarta Selatan AKBP Dri Hastuti, Camat Tebet Mahludin, Lurah Menteng Dalam Agung Maulana Saleh, Danramil Tebet Mayor Ismanto, dan sekitar 75 warga.

“Warga berikrar agar tidak melakukan tawuran lagi,” ujar Purwanta, Rabu (6/1).

Menurutnya, bunyi ikrar perdamaian yakni, tidak akan melakukan tawuran antar remaja di lingkungan RW 10 khususnya, dan di wilayah Menteng Dalam. Kemudian, sepakat menciptakan perdamaian antar-remaja di wilayah RW 10.

Ia menambahkan, warga siap ditindak secara hukum apabila mengulangi tawuran.

“Mereka siap membantu pengurus RT atau RW dalam rangka menciptakan ketertiban dan keamanan warga di lingkungan,” katanya.

Ikrar itu, lanjutnya, ditandatangani para pengurus RT, Lurah Menteng Dalam, Kapolsek Tebet, dan Camat Tebet.

Sebelumnya diketahui, tawuran antar warga atau kelompok Flamboyan dengan kelompok Kober pecah di Menteng Dalam, pada malam tahun baru lalu. Seorang warga bernama Achmad Rivai tewas akibat peristiwa itu.

Polisi telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka terkait aksi tawuran itu, antara lain Acep dan Hasan Basri dari kelompok Kober serta Suryadi dari kelompok Flamboyan.

Saat ini, polisi masih memburu belasan orang yang diduga turut terlibat dalam tawuran tersebut.(BS)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY