SHARE

METROPOLITAN.ID | Jayapura – Puluhan warga Enambere dan Weya Yikwa menuntut Pemerintah Tolikara membayar ganti rugi tanah hak ulayat yang digunakan untuk Bandara Karubaga sebesar Rp 60 miliar. Dalam tuntutannya, masyarakat juga membentangkan spanduk di Bandara tersebut, Selasa (12/1).Salah satu tokoh masyarakat, Pasmin Weya, dalam aspirasinya mengatakan Pemerintah Tolikara dan Dinas Perhubungan meminta segera membayar tanah adat Bandara Karubaga dengan bukti pelepasan adat dari masyarakat hak ulayat keluarga besar suku Weya Enambere dan Weya Yikwa.Wakil Kepala Bandara Karubaga Tomianus Itlay mengatakan pihaknya menampung aspirasi dari masyarakat, dan berjanji akan meneruskan aspirasi tersebut kepada Kepala Bandara, yang saat ini berada di Jakarta dalam rangka dinas.”Saya tak bisa memberikan keputusan atau jawaban apa yang menjadi aspirasi masyarakat. Yang jelas pihak bandara siap menindaklanjuti dan melakukan koordinasi lebih lanjut,” kata Itlay ketika menerima masyarakat.Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Patrige saat dikonfirmasi membenarkan adanya aksi damai masyarakat di Bandara Karubaga yang menuntut pembayaran ganti rugi hak ulayat. Namun, aksi damai tersebut tidak membuat aktivitas penerbangan terganggu.“Aspirasi mereka sudah diterima oleh Wakil Kepala Bandara Karubaga, dan aktivitas penerbangan tetap lancar, baik kedatangan maupun keberangkatan,” kata Patrige, Selasa (12/1) sore.(BS)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY