News, Sport and Lifestyle

Survey: Mayoritas Publik Setuju Pansus Freeport Dilanjutkan

METROPOLITAN.ID | Jakarta- Hebohnya kasus “Papa Minta Saham” yang menyeret nama dua pejabat publik, Setya Novanto dan Sudirman Said belakangan ini ternyata turut menggerek kesadaran publik terhadap keberadaan PT Freeport selama ini. Hal itu setidaknya terlihat dari hasil survei yang dilakukan oleh Media Survei Nasional (Median) yang digelar akhir Desember 2015 hingga awal Januari 2016 ini.Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, di Jakarta, Kamis (7/1), mengatakan, dari hasil survei lembaga itu, cukup signifkan publik yang merasa belum puas terkait penyelesaian kasus “Papa Minta Saham” itu. “Ketika ditanyakan apakah dengan mundurnya Setya Novanto sudah cukup untuk menyelesaikan kasus tersebut ? Ternyata 43,70 persen menjawab belum cukup, sedangkan 35,60 persen menjawab cukup, dan sisanya 20, 70 tidak jawab,” kata Rico.Lalu, masih menurut Rico, kepada responden yang menjawab belum cukup, dilanjutkan dengan satu pertanyaan terbuka, yaitu jika menjawab belum cukup, apa alasanya? Publik pun memberikan beberapa alasan berbeda, dengan beberapa alasan terbanyak antara lain sebesar 23,5 persen responden berharap PT Freeport perlu diselidiki juga, 15, 3 persen berharap perlu diselidiki lebih jauh pihak-pihak yang terlibat, alasan sudirman said harus diganti sebesar 9,6 persen, dan Setya Novanto harus dipecat 9,6 persen.“Serta beberapa alasan lainya yang disebutkan responden seperti semua yang terlibat dibawa ke pengadilan sebesar 7,5 persen, Luhut Panjaitan perlu di-reshufle sebesar 2,4 persen, dan presiden Jokowi perlu dipanggil juga 1,5 persen,” kata Rico.Cukup signifikanya suara publik yang menghendaki dilakukannya investigasi terhadap PT Freeport ternyata berkorelasi dengan tingginya dukungan publik terkait pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Freeport yang saat ini sedang digalang beberpa anggota DPR.Rencana beberapa anggota DPR yang berencana menggulirkan terbentuknya Pansus untuk menyelidiki aktifitas PT Freeport di Indonesia selama ini, Media Survei Nasional (Median) telah melakukan survei kepada publik terkait hal itu.Berdasakan hasil survei ditemukan bahwa mayoritas publik beranggapan perlunya dibentuk Pansus Freeport untuk untuk membongkar secara terbuka berbagai aktifitas PT Freeport Indonesia selama ini.“Kami bertanya kepada responden, apakah Anda setuju atau tidak dengan pembentukan pansus Freeport oleh DPR ? Public menjawab setuju sebesar 52,03 persen, sedangkan 25,00 persen tidak setuju, dan sebesar 22,97 persen tidak menjawab,” katanya.Survei dilakukan kepada 1.100 responden di 34 provinsi secara acak dengan teknik multistage random sampling dan memperhatikan proporsional atas populasi provinsi dan gender. Waktu pengambilan data dilakukan selama 20 Desember – 3 Januari 2016, dengan margin of error sebesar +/- 3%, pada tingkat kepercayaan 95%. Serta quality control dilakukan terhadap 20% sampel yang ada.(BS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *