SHARE

METROPOLITAN.ID | JAKARTA – Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso ‎mengatakan, sebelum peristiwa bom di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, pihaknya telah memberikan sinyal kepada aparat kepolisian dan pemerintah.”Peristiwa teroris di Thamrin kemarin, Saya memberikan penjelasan supaya tidak terjadi simpang siur berita. Pemerintah oleh Menkopolhukam dan Kapolda sudah menerima sinyal (ada serangan bom). Ada beberapa hal yang anda tidak mengetahui dan sebelum terjadi peristiwa itu BIN sudah memberikan sinyal sejak November 2015‎,” kata Sutiyoso di Markas BIN, Jakarta Selatan, Jumat (15/1/2016).Sutiyoso menjelaskan, saat ini telah lebih dari 100 Kombatan ISIS kembali ke Tanah Air. Tak hanya itu, lanjut dia, sebanyak 423 mantan napi teroris telah menghirup udara bebas.”Apa yang sering saya sampaikan mantan kombantan sudah kembali ke Tanah air sebanyak 100 lebih. Sementara, di Indonesia ada 423 mantan napi teroris dan dari monitoring kita terjadi pelatihan militer oleh kelompok radikal,” ungkap Sutiyoso.ISIS, kata Sutiyoso, telah eksis di Tahah Air. Oleh karenanya, pensiunan jenderal itu mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan adanya serangan teroris dalam melakukan aktifitasnya.”Keberadaan ISIS memang eksis. Saya mengimbau masyarakat agar waspada dan memberikan kontribusi berupa melaporkan apabila disekelilingnya ada hal yang mencurigakan dan tidak lazim,” imbau Sutiyoso.”Laporan tersebut bisa ke polisi, BIN dan pemerintah, mungkin yang paling mudah itu ke pihak kepolisian karena ada dimana-mana,” simpulnya.(OKZ)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY