METROPOLITAN.ID | TANGSEL – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Anies Baswedan mencanangkan sekolah aman anti kekerasan di lingkungan pendidikan. Hal tersebut sesuai Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015 tentang pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan di lingkungan sekolah.
Anies Baswedan meminta satuan gugus pencegahan tindak kekerasan harus segera dibentuk di tiap-tiap sekolah yang terdiri dari beberapa unsur masyarakat seperti unsur pendidik, komite sekolah, organisasi profesi, psikologi, tokoh masyarakat dan tokoh agama.
”Siswa, guru, lingkungan sekolah, pemerintah daerah dan Kemendikbud bertanggung jawab akan hal ini. Penanggulangan dan sanksi tegas harus diterapkan,” ucap Anies di sela-sela kunjungannya ke SMA 8 Tangsel, Kecamatan Ciputat Timur, kemarin.
Dijelaskan menteri, ada sepuluh tindak kekerasan di lingkungan pendidikan yang harus dicegah dan diatasi seperti pelecehan, perundungan atau bullying, penganiayaan, perkelahian atau tawuran, perpeloncoan, pemerasan, pencabulan, pemerkosaan, kekerasan berbasis SARA dan tindak kekerasan lain sesuai peraturan perundang-undangan.
Anis menyebutkan, dalam lima tahun terakhir sejak tahun 2011, angka kekerasan di bidang pendidikan menempati peringkat ketiga yakni sebanyak 1.850 kasus. Maka mulai hari ini, ia menegaskan jika ada tindak kekerasan di sekolah, guru harus melapor pada orang tua, Dinas Pendidikan dan aparat penegak hukum. ”Sekolah harus lapor walau hanya kericuhan kecil dan tidak boleh ada siswa yang dikeluarkan dari sekolah,” tegasnya.
Berdasarkan data Ikhtisar Eksekutif Strategi Nasional Penghapusan Kekerasan terhadap Anak oleh Kementerian PPPA menyebutkan, sebanyak 84 persen siswa pernah mengalami kekerasan di sekolah. Angka tersebut diduga lantaran dibiarkan begitu saja tanpa ada penanganan serius dari pihak sekolah. ”Jadi mulai sekarang semua pihak harus berkomunikasi, jika ada komunikasi intensif maka sekecil apa pun masalah dapat segera tertangani,” bebernya.
Ia juga memastikan tindak pencegahan dan penanggulangan kekerasan juga diberlakukan di pesantren. ”Sesuai Permendikbud No 82 Tahun 2015 tentang pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan di lingkungan sekolah akan ditingkatkan menjadi Peraturan Presiden,” tandasnya. (dra/ded/sal/wan)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here