SHARE

METROPOLITAN.ID | GUNUNGPUTRI – Pascateror bom di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu, Kepolisian Sektor Gunungputri bersama Satuan Brimob Klapadua, Depok, menggelar operasi justisi ke sejumlah warga yang mengontrak di wilayah Gunungputri, kemarin.
Tim yang terdiri dari empat anggota Polsek Gunungputri beserta lima personel Brimob bersenjata lengkap disebar ke sepuluh desa di wilayah Kecamatan Gunungputri, termasuk wilayah perbatasan seperti Cibubur-Bekasi.
Seperti di wilayah Desa Wanaherang, tim bergerak ke tiga titik lokasi yang banyak terdapat rumah kontrakan/kos dan losmen yang dicurigai menjadi tempat persembunyian. “Lokasi yang kita sisir antara lain Losmen Cikuda Indah, rumah kos di Tlajung dan Cluster Vivaldi di Perumahan Kota Wisata,” ujar penanggung jawab operasi, Bripka Andi Haryanto.
Dalam razia ini, sambung dia, banyak warga yang tidak memiliki KTP. “Razia ini merupakan aksi untuk mempersempit ruang gerak teroris pascaaksi teror di Sarinah dan bentuk antisipasi kelompok radikal tersebut bersembunyi,” katanya.
Sementara itu, Kapolsek Gunungputri AKP Hadi Wijaya menjelaskan, operasi tersebut merupakan atensi polri dengan memberlakukan status Siaga 1.
“Ini perintah kapolres, kemungkinan kelompok lain masih banyak dan tersebar. Makanya kita fokuskan ke rumah kontrakan yang banyak terdapat di daerah ini,” paparnya.
Ia juga berjanji razia sejenis akan terus dilakukan hingga beberapa hari ke depan. Razia serupa akan dilaksanakan Satpol PP di tiap titik lokasi yang ada di Kecamatan Gunungputri.
“Semoga dengan operasi ini tidak ada teroris yang bersarang di Kecamatan Gunungputri,” pungkasnya.(aji/yok/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY