News, Sport and Lifestyle

Terkena Limbah, Satu Kampung Kudisan

METROPOLITAN.ID | CARINGIN – Sejumlah warga Kampung Pakopen, Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, terserang penyakit gatal dan penyakit kulit. Penyakit tersebut diduga akibat dari saluran air bersih warga tercemar limbah peternakan ayam petelur milik warga asing yang lokasinya berada di Desa Tangkil tak jauh dari pemukiman warga.
Selama ini warga Pakopen di RT 2 RW 01 memanfaatkan saluran air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Warga pun menduga, penyakit gatal yang dideritanya setelah memanfaatkan saluran air tersebut.
Salah satu warga, Agus (50) mengaku sudah hampir satu bulan saluran air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari menyebabkan gatal-gatal di kulit. Sejak itu, ia akhirnya tidak lagi menggunakan saluran air tersebut.
“Hampir satu bulan terkena serangan gatal-gatal. Cucu saya menderita koreng sampai ke kemaluan. Tiap malam nangis hingga hari ini belum juga sembuh,” katanya.
Ia sudah membawa cucunya berobat ke puskesmas, namun tak kunjung sembuh. Bukan hanya cucu, menantu dan istrinya juga menderita gatal-gatal.
“Bukan hanya keluarganya saja yang terserang penyakit, mayoritas warga di Kampung Pakopen menderita penyakit yang sama. Seperti di RT 2, hampir setengah warganya terserang penyakit kulit,” ujarnya.
Ia berharap, perusahaan ternak ayam bertanggung jawab terhadap warga yang terserang penyakit. Akibat limbah ternak ayam tersebut, warga jelas dirugikan. Selama beroperasi hampir empat tahun di sekitar pemukiman warga, tidak ada sedikit pun kontribusi atau kepedulian dari si pemilik ternak ayam petelor tersebut.
“Warga bersama tokoh masyarakat dan pemuda sudah menyampaikan keluhan kepada pihak desa, namun hingga kini pihak desa belum juga memberikan solusi,” paparnya.
Ia berharap agar limbah dari peternak ayam itu jangan dibuang di saluran air yang dipergunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari. (hb/yok/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *