SHARE

METROPOLITAN.ID – Warga Kampung Sukamanah, Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, geger. Sebuah rumah kontrakan diduga terkait aksi teror dikerumuni warga
tadi malam.
Informasi yang dihimpun berawal saat Senin lalu ada seorang mencurigakan mengontrak di Kampung Sukamanah. “Awalnya istri bu RT lihat berita nama pelaku teroris mirip nama orang yang ngontrak, saat dicek cocok hanya tempat lahirnya saja yang beda,” kata Kepala Desa Tamansari, Gumilar Suteja.
Lalu Selasa ada yang datang membawa uang tapi berbeda orang ke lokasi tersebut. “Rabu istrinya ngasih buku nikah untuk ngisi kontrakan. Suami atas nama Sunakim bin Jaenab dan istri Ita Yuniar di buku nikah kelahiran Subang,” jelasnya.
Sunakim alias Afif kabarnya pelaku penembakan yang tewas di Sarinah. Afif pria yang memakai kaos hitam dan topi hitam itu sempat terlibat baku tembak dengan polisi.
Kemudian, kata Gumilar, pagi kemarin ada yang jemput dan hingga kini belum pulang. “Istrinya menggunakan cadar, katanya ada anaknya perempuan,” imbuhnya.
Di rumah tersebut polisi setempat menemukan buku jihad dan buku dari Arrohmah. “Ada karung dan bungkusan kardus tapi belum berani dibuka, masih nunggu petugas,” katanya.
Pantauan Metropolitan hing­ga pukul 23:30 WIB, warga dan polisi masih berada di lokasi. Kabarnya hari ini petugas Gegana akan tiba di lokasi.
Sementara itu di tempat terpisah, Detesemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menggerebek terduga teroris di tiga lokasi berbeda di Bekasi, Jawa Barat, kemarin. Pertama di rumah kontrakan di Jalan Topas Raya, Kavling 17, Kelurahan Bojong Rawa Lumbu, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi.
Kemudian di Kampung Kelapa Dua, Pedurenan, Mustika Jaya, Kota Bekasi. Terakhir, di konter handphone ’Ubber Cell’ di Jalan Raya Pondok Timur, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Dua lokasi yang digerebek Densus 88 itu setelah penangkapan terduga teroris Edo Aliando (27). Diawali dari Kam­pung Kelapadua yang mengamankan dua orang terduga teroris sekira pukul 14:30 WIB.
Dari penangkapan itu polisi menyusuri lokasi ketiga di konter handphone ’Ubber Cell’. Polisi mengamankan satu buah samurai, satu buah CPU dan satu karung berisi sejumlah berkas.
Di tempat terpisah, polisi menangkap tiga orang yang diduga anggota ISIS di Cirebon. Tiga orang yang ditangkap itu diduga terkait aksi teror di Thamrin kemarin. Mereka DS, AA dan CH. Mereka ditangkap di dua desa berbeda. ”Penangkapan terkait dugaan dengan aksi kemarin di Jakarta,” ujar Kapolres Cirebon AKBP Sugeng Hariyant.
Sugeng menambahkan, pe­nang­kapan dilakukan Jumat pukul 01:00 WIB dan 10:00 WIB. Tak ada perlawanan saat penang­kapan kepada tiga orang itu. ”Penangkapan pertama dilakukan di Desa Bakung dan yang kedua itu di Desa Orimalang,” imbuhnya.
Dalam penangkapan itu, polisi menemukan beberapa bukti yang terkait dengan ISIS. Polisi juga menemukan senjata api dalam penangkapan tersebut. ”Ada bendera ISIS, topi lambang ISIS, samurai, senapan angin, tabung, baterai dan laptop,” pungkasnya.(ano/fin/d/de/mer/er/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY