SHARE

METROPOLITAN.ID | Jakarta – ISIS mengaku sebagai pihak yang bertanggungjawab atas ledakan dan tembakan beruntun ke pengunjung Starbucks dan pos polisi di Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat Kamis (14/1). Dalam serangan itu 1 WNI dan 1 WN Kanada tewas, serta 23 orang lainnya mengalami luka.

Berdasarkan informasi SITE Intelligence Group yang memonitor pergerakan kelompok ini secara global, ISIS mengklaim sebagai pihak yang bertanggungjawab atas ledakan di Jakarta dengan target kelompok masyarakat yang menurut mereka menentang ajaran. Keterangan ISIS yang menggunakan bahasa Arab itu didistribusikan melalui media sosial.

“Dalam sebuah operasi unik, ISIS menargetkan kelompok masyarakat yang menentang ajaran ISIS di Jakarta. Selanjutnya biarkan masyarakat penentang ISIS dan yang melindunginya tahu kalau tidak ada tempat yang aman bagi mereka di tanah Muslim setelah insiden ini,” ujar ISIS dalam keterangannya seperti dilansir Wall Street Journal, Jumat (15/1/2016).

Dalam insiden itu tujuh orang meninggal dunia dengan rincian 5 pelaku dan 2 warga sipil yang menjadi korban. Dua warga sipil yang meninggal itu salah satunya adalah WNI dan satu lagi warga Kanada. Sekitar dua puluh orang terluka termasuk WN Belanda, Austria dan Aljazair.

Wakapolri Komjen Budi Gunawan mengatakan kalau kelompok ISIS yang beraksi di Thamrin juga satu jaringan dengan grup di Solo dan telah ada komunikasi dengan teroris di Suriah.

“Kami telah mendeteksi adanya komunikasi antara kelompok teroris di Suriah dengan kelompok yang di Solo,” kata Komjen Budi Gunawan (14/1).(DET)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY