News, Sport and Lifestyle

Teroris Kampret!

METROPOLITAN.ID – Seorang pria bertopi hitam, mengenakan kaos senada serta celana jeans ini terbilang nekat. Sambil memegang senjata api dan membawa ransel, di tengah kerumunan warga pria tersebut menebar tembakan. Dor! Dor! Dor! Dan peluru melesat ke tubuh polisi yang sedang berjaga di kawasan Sarinah-Thamrin, Jakarta, kemarin. Ya, aksi teroris yang mengguncang ibukota itu seketika menyedot perhatian dunia. Aksi ini pun menuai kecaman. Duh, teroris
memang kampret!
Tragedi penembakan di Jakarta membuat heboh. Tujuh tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam aksi rentetan teror di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Dari tujuh orang itu, lima di antaranya pelaku dan dua korban tewas lainnya adalah WN Kanada dan seorang WNI. Polisi mengatakan dalam waktu 15 menit, kondisi di lapangan mampu dikuasai.
Informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi sekitar pukul 10:45 WIB. Bom bunuh diri meledak di Starbucks Coffee yang mengakibatkan korban luka dan kepanikan. Pengunjung pun berhamburan. Ternyata di luar sudah ada dua teroris yang menunggu dan melakukan penembakan kepada dua WN asing yang keluar dari Starbucks.
Dua WN asing itu, satu WN Kanada meninggal dunia dan satu WNA lainnya luka-luka dan masih hidup. Dua pelaku yang masih hidup lalu bergerak dari depan Starbucks ke tengah jalan menghampiri kerumunan di depan pos polisi. Pelaku teror itu lalu tiba-tiba menembaki polisi.
Di waktu bersamaan, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti dan Karoops Polda Metro Kombes Marsuani melintas di ruas Thamrin menuju ke Istana melakukan pengamanan demo. Mobil pun berhenti saat mendengar tembakan dan ledakan.
Krishna bersama Marsuani  yang bergabung dengan Kapolsek Menteng AKBP Deddy Tabrani dan Kabag Ops Polres Jakpus AKBP Susatyo ternyata tengah mengepung pelaku.
Si pelaku bertopi hitam yang terkepung dan temannya kembali ke depan Starbucks. Saling tembak pun terjadi. Dua pelaku berlindung di balik mobil Sirion yang parkir. Tembakan dilakukan polisi.
Tak lama terdengar ledakan keras. Rupanya bom yang dibawa pelaku meledak. Setelah itu, petugas kepolisian Krishna dkk mendekat. Pelaku sempat terlihat masih hidup dan mencoba melempar sesuatu.
Krishna lalu melepaskan tembakan begitu juga perwira polisi yang lain. Pelaku dilumpuhkan dan dua tewas di depan Starbucks. Polisi segera menyisir dalam Starbucks dan menemukan korban luka serta pelaku bom bunuh diri.
Aksi penembakan ini menjadi tontonan warga. Bahkan di forum terbesar sejumlah netizen memberikan komentarnya. “Cuma di Indonesia, pelaku terorisme yang sedang beraksi jadi tontonan gratis,” tulisnya. Netizen lain menulis: “kampret… Terorisnya ditonton… kelamaan dijajah Belanda sama Jepang, nonton ginian nyantai aja. Orang Indonesia, kalo ada kejadian heboh gini, bukannya takut,.. malah seneng dapet hiburan gratis,” tulisnya lagi.
Seorang warga Ahmad Sopian (27) mengatakan, pagi kemarin dia bersama kedua temannya sedang duduk di dalam Starbuck Coffee. Tiba-tiba terjadi ledakan bom pertama oleh pelaku.
Ledakan terjadi tepat di belakang tempat dia duduk. Akibatnya, kedua temannya mengalami luka-luka dan langsung dibawa ke rumah sakit. Untungnya, dia selamat dengan muka merah dan rambut yang dipenuhi serbuk-serbuk warna cokelat seperti serbuk bekas ledakan. ”Sedang berlangsung seminar. Saya melihat jam 10:30 WIB ledakan itu terjadi. Duar!” cerita Sopian.
Setelah terjadi ledakan di Starbucks, Sopian pun keluar. Setelah 15 menit berlalu, ledakan kembali terjadi di Pos Polisi Sarinah. Sopian langsung melihat ke sekitar pos polisi tersebut karena ada kerumunan.
Kemudian ada pria asal Indonesia mengenakan jaket hitam, topi, celana jeans dan menggendong tas berwarna hitam. Pria yang diduga pelaku itu terlihat mengeluarkan pistol berwarna silver. Pria itu langsung mengarahkan pistolnya ke arah polisi dan menembakkannya.
”Tiba-tiba dalam kerumunan ada yang membawa senjata. pistol warna chrome. Ada dua orang. Yang satu jalan duluan, yang mengenakan topi menembak ke arah bapak-bapak yang sedang menelepon,” imbuhnya.
Setelah menembakkan beberapa selongsong peluru, pria itu tidak berlari melainkan jalan dengan santai. Dia juga sempat memerintahkan warga yang berkerumun agar masuk ke dalam gedung. ”Saya lihat di depan kaca. Seorang pria botak ditembak. Dia nyuruh kita untuk masuk semua. Polisi juga mundur,” jelasnya.
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memastikan pelaku teror di Sarinah, Thamrin sudah memiliki perencanaan yang matang. ”Saya pikir perencanaannya cukup baik tetapi kan memang kita selalu melakukan antisipasi manakala terjadi sesuatu serangan yang mendadak tentu kita harus bisa segera bereaksi karena itu wujud dari pada kesiapsiagaan dan kewaspadaan polri,” ujar kapolri.
Kapolri menegaskan, aksi terorisme tidak bisa diduga. Ancaman bisa terjadi di berbagai tempat dan kapan saja. Oleh sebab itu aparat keamanan selalu siaga terhadap berbagai potensi terjadinya aksi terorisme.
”Kalau namanya teroris sering saya sampaikan, inisiatif ada di tangan mereka, kemudian dia bisa menentukan waktunya kapan tempatnya dimana mungkin tempat yang enggak ada polisi bisa saja dilakukan, mungkin tidak ada masyarakat disitu bisa saja dilakukan,” jelasnya. Lokasi dan waktu aksi terorisme, lanjut Kapolri, sangat tergantung pada pesan yang hendak disampaikan oleh para pelaku.

Teroris Ngaku ISIS
Media propaganda Aamaaq yang biasa melansir keterangan pers Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) mengaku adanya keterlibatan para militan khilafah dalam serangan di sekitar kawasan Sarinah, Jakarta, kemarin.
”Pejuang Daulah Islamiyah menggelar serangan bersenjata pagi ini dengan sasaran warga negara asing serta aparat keamanan yang melindungi orang-orang asing di ibu kota Indonesia,” demikian dikutip dari keterangan media ISIS itu yang dilansir ulang The Independent.
Benarkah ISIS hadir di Indonesia? Siapa tokohnya? ”Bahrun Naim ingin mendirikan ISIS, ingin menjadi leader di Asia Tenggara,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian di Kantor Presiden, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, kemarin.
Tito didampingi Menko Polhukam Luhut Panjaitan, Panglima TNI Jenderal Gatot Numantyo, dan Seskab Pramono Anung. Menurut Tito, saat ini, sesuai perintah pimpinan organisasi, ISIS tidak lagi bergerak di Suriah, tapi juga ke berbagai negara. Termasuk Asia Tenggara. ”Kelompoknya sudah kita ketahui dan sedang dilakukan pengejaran,” kata Tito.
Bahrun Naim tidak asing dalam dunia terorisme. Pada tahun 2010, Bahrun dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Surakarta karena terbukti melanggar Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api dan Bahan Peledak.

IDENTIFIKASI KORBAN
Tujuh orang tewas dalam peristiwa teror bom di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, kemarin. Seorang korban diidentifikasi sebagai warga negara Kanada.
”Pelaku 5 orang tertangkap dan meninggal dunia. Korban masyarakat ada 2, 1 warga negara Kanada dan 1 warga negara Indonesia,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian, kemarin.
Sedangkan korban luka tercatat ada 15 orang. Lima di antaranya polisi. Mereka dievakuasi ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD). Untuk korban tewas warga Indonesia masih dicari identitasnya. ”Lima polisi terkena luka tembak dan pecahan bom yang dilemparkan yang isinya ada paku, baut,” kata Tito.
Mantan kepala Densus 88/Antiteror ini mengatakan hasil penyisiran di lokasi ledakan dan baku tembak antara teroris dan anggota polisi ditemukan enam bom rakitan. ”Lima bom kecil sekepalan tangan disebut granat rakitan, dan 1 bom besar sebesar kaleng biskuit,” ujar Tito.
Pelaku diduga berafiliasi dengan kelompok ISIS pimpinan Bahrum Naim. Seorang residivis kasus terorisme di Solo, Jawa Tengah. (mer/tib/de/er/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *