News, Sport and Lifestyle

Terpidana Teroris Sebaiknya Ditahan di Lapas Militer

METROPOLITAN.ID | Jakarta – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) umum dirasa kurang efektif mendorong program deradikalisasi pemberantasan teroris di tanah air. Buktinya, tiga dari lima pelaku teror Thamrin merupakan merupakan mantan tahanan sejumlah Lapas.Pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas NH Kertopati, mengusulkan, pemerintah segera membentuk Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) khusus bagi terpidana teroris yang sudah terbukti keterlibatannya dalam jaringan radikal di Indonesia. Di dalam pengelolaannya, Lapas tersebut bisa diintegrasikan antara Dirjen Lapas, Kepolisian dan TNI.”Saya usulkan bentuk Lapas khusus dimana pengelolaannya terintegrasi antara Dirjen Lapas, Polri dan TNI,” kata wanita yang akrab disapa Nuning itu, di Jakarta, Senin (18/1).Menurutnya, jika ingin dilakukan dengan segera, tahanan atau terpidana teroris sebaiknya dipindah ke tahanan militer. Langkah demikian dilakukan agar tahanan teroris tidak bisa berbaur dengan tahanan lainnya untuk menghindari menyebarnya ajaran atau paham-paham radikal.”Atau kalau mungkin tahanan untuk pelaku terorisme ditempatkan di markas militer yang akan menjamin keamanannya dan dari segi pembinaan mental, kita serahkan kepada Disbintal TNI yang profesional dengan berpayung hukum pada UU tentang Terorisme dimana TNI juga bertanggung jawab dalam penanganan masalah terorisme dan pengendalinya adalat BNPT Polhukam,” kata Nuning.Dengan menempatkan ke dalam tahanan militer, menurut Nuning, dari segi pengawasan lebih terjamin dan dari segi disiplin pengawasan lebih kredibel. Dari aspek pembinaan mental, pelaku teror selama ini militan karena didoktrin. Di satu sisi, militer juga tidak kalah militannya karena doktrin.”Mereka (militer) punya ahli-ahli doktrin yang bisa membuka kotak pandora yang sudah terbentuk dalam jiwa dan pikiran para teroris sehingga diharapkan selain dari jaminan aspek pengamanan, juga diharapkan dapat mengubah mindset yang sudah terbentuk dalam pikiran mereka (terpidana teroris),” kata Nuning.(beritasatu.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *