SHARE

METROPOLITAN.ID | JAKARTA – Seminggu terakhir tiga warga di Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara terkapar digigit nyamuk demam berdarah dengau (DBD).  Mereka terserang nyamuk yang mematikan ini disinyalir karena pihak kelurahan kurang intensif melakukan Pemberatasan Sarang Nyamuk (PSN) di rumah-rumah penduduk.

Kasudin Kesehatan Jakarta Utara, Muhamad Helmi mengakui adanya tiga warga di Kecamatan Tanjung Priok terserang nyamuk DBD. Menurutnya ketiga orang tersebut berasal dari Kelurahan Papanggo, Kebon Bawang dan Warakas.

“Selama awal Januari hingga saat ini ada tiga kasus DBD di Jakarta Utara yang berasal dari tiga kelurahan. Namun, dari ketiga orang itu sudah dirawat di rumah sakit,” ujar Muhamad, Kamis (22/1).

Atas kondisi ini pihaknya meminta kepada pihak kelurahan yang ada di wilayah Jakarta Utara untuk mencegah penyebaran kasus DBD dengan cara rutin menggelar PSN secara rutin di lokasi-lokasi yang dianggab sebagai tempat penyebaran nyamuk Aedes aegypti. Selain itu petugas jumantik mandiri di tiap wilayah serta warga juga harus giat melakukan pembersihan lingkungan dengan melakukan PSN dan 3M.

Kasus DBD di Jakarta Utara, tahun 2014 sebanyak 1.056 kasus dan satu orang meninggal. Sedangkan pada tahun 2015, angka DBD mengalami penurunan yakni sebanyak 968 kasus dan meningal satu orang.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada sebab saat ini masih musim pancaroba penyakit DBD sangat rentan. Selain itu saya juga minta warga menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Jika ini sudah dilakukan minimal akan mengurangi dampak penyakit mewabah terutama DBD,”terangnya.

Diakui oleh Kasudin memang saat ini kesadaran masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat masih rendah. Padahal pihaknya setiap ada kesempatan terus berusaha mengajak masyarakat untuk menerapkan pola tersebut. Sebab untuk mencegah penyebaran nyamuk Aedes aegypti yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarahdengan cara PHBS.

Selain itu, dirinya juga mengajak masyarakat untuk bergotong-royong dan berpartisipasi menggiatkan 3M, yakni membersihkan bak mandi mengubur barang bekas dan menutup sampah yang telah dibuang untuk memutus mata rantai penyebaran DBD.(poskotanews.com)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY