News, Sport and Lifestyle

Tim Gabungan Ciduk Komplotan Penebang Hutan Lindung

METROPOLITAN.ID | Agam – Tim gabungan Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat berhasil menangkap lima orang yang sedang menebang hutan lindung di Buayan Randah, Jorong Panji, Nagari Bayua, Rabu (13/1).Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Agam Yulnasri di Lubuk Basung, mengatakan kelima orang tersebut yakni Zakirman (39) warga Batu Kambiang Kecamatan Ampek Nagari, Nazmir Adi (26) warga Kampuang Jambu Kecamatan Tanjung Raya.Lalu Zulkifli (37) warga Pariangan, Yasril (54) warga Pasar Bawan Kecamatan Ampek Nagari dan Jufriadi (38) warga Kampuang Jambu Kecamatan Tanjung Raya.“Zakirman dan Nazmir Adi merupakan pemilik mesin pemotong kayu. Sementara tiga orang lainnya hanya pekerja untuk mengolah kayu di hutan lindung itu,” katanya.Ia menambahkan kelima orang ini diamankan oleh tim yang berasal dari polisi kehutanan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) saat mengolah kayu di hutan lindung dengan kemiringan sekitar 45 derajat.Saat itu, tim telah mengepung di lokasi tempat kelima orang ini mengolah kayu dan anggota polisi kehutanan sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara.“Mendengar tembakan peringatan, mereka berhenti bekerja dan mencoba untuk berdalih bahwa kayu yang diolah dengan jenis bayua atau rimba campuran tersebut memiliki surat yang tinggal di sepeda motor milik Nazmir Adi,” katanya.Mendapatkan informasi tersebut, tim meminta untuk menyelesaikan di Kantor Wali Nagari dan kelima orang mau menurutin permintaan tim.Sesampai di lokasi pemberhentian mobil tim, mereka didata dan langsung dibawa ke Mapolres Agam beserta dua unit mesin pemotong kayu untuk penyidikan lebih lanjut.“Saat ini anggota Satuan Reskrim Polres Agam sedang melakukan penyidikan lebih lanjut,” katanya.Ia mengatakan, mereka ini terjaring saat tim meninjau Sungai Rangeh dari tumpukan kayu yang berisiko terhadap longsor.Peninjauan ini merupakan tindak lanjut dari peninjauan melalui udara oleh BPBD Sumbar, BPBD Agam, Dinas Kehutanan dan Perkebunan pada Senin (4/12).Dalam perjalanan, tim melihat lokasi bekas penebangan dan mendengar ada bunyi mesin pemotong kayu.“Tim langsung ke lokasi untuk mengepung dan menangkap pelaku. Di lokasi itu, tim juga menemukan delapan tunggul kayu, kayu hasil olahan sekitar dua meter kubik dan pohon yang belum diolah sekitar delapan meter kubik,” katanya.Salah seorang tersangka, Nazmir Adi mengatakan kayu yang diolah ini merupakan pesanan dari warga Jambu, Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya.Kayu ini digunakan untuk membangun rumah dan dijual seharga Rp2 juta per meter kubik.“Dana hasil penjualan ini digunakan untuk mengolah kayu sebesar Rp800 ribu per meter kubik, biaya membawa kayu dari lokasi ke rumah warga sebesar Rp500 ribu per meter kubik dan sisanya dibagi dengan pemilik lahan,” katanya.Ia mengakui tidak mengetahui bahwa lokasi tempat ia mengolah kayu tersebut berada di hutan lindung karena berada di lahan milik warga.(KRM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *