News, Sport and Lifestyle

Trump Tampilkan Iklan TV Berisi Larangan Muslim Masuk AS

METROPOLITAN.ID | NEW YORK – Donald Trump menghadirkan iklan televisi pertamanya dalam rangkaian kampanye pemilihan umum presiden. Iklan terbaru dari kandidat capres Partai Republik ini berisi larangan bagi semua Muslim untuk masuk ke Amerika Serikat (AS).
Berdurasi 30 detik, iklan terbaru Trump akan disiarkan di Iowa dan New Hampshire mulai Selasa (5/1/2016). Pemutaran iklan ini memakan dana hingga USD2 juta per pekan.
“Para politikus dapat berpura-pura, tapi Donald Trump menyebutnya terorisme Islam radikal — itulah menngapa dia mendorong adanya larangan sementara bagi Muslim untuk masuk ke Amerika Serikat,” ucap suara dalam iklan tersebut, seperti dilansir AFP. Iklan dimulai dengan cuplikan Trump yang menyapa pendukungnya dalam sebuah kampanye, sebelum berubah ke gambar Presiden Barack Obama serta kandidat capres Partai Demokrat, Hillary Clinton, dan berganti ke foto dua pelaku aksi terorisme di San Bernardino.
“Dia akan segera memotong kepala ISIS dan mengambil minyak mereka,” sambung suara dalam iklan, merujuk pada kelompok militan Islamic State yang disebut-sebut menginspirasi dua pelaku teror di San Bernardino.
“Dan dia juga akan menghentikan keimigrasian ilegal dengan membangun sebuah tembok di perbatasan selatan,” lanjut suara itu.
Trump, yang mendanai semua kampanyenya sendiri, mengaku belum pernah mengeluarkan uang untuk kampanye di televisi selain iklan terbaru ini.
Pengusaha real estate itu unggul dalam sejumlah polling selama berbulan-bulan, lewat gaya provokatif dan bombastis yang mendominasi pemberitaan media AS dan global. Ia mengaku menghabiskan lebih sedikit dana dibanding kandidat lain, dan mengatakan “hal seperti inilah yang negara ini butuhkan.”
Menurut tim kampanye Trump, sang kandidat capres akan meluncurkan iklan di radio dengan menghadirkan Kathryn Gates-Skipper, tentara angkatan darat wanita AS pertama yang bertugas di medan perang.
Rencana Trump melarang Muslim masuk ke As telah memicu kritik di Negeri Paman Sam dan seluruh dunia. Pernyataan kontroversial ini digunakan grup militan terafiliasi Al Qaeda di Somalia dalam mendorong Muslim di negara Barat untuk melancarkan serangan.(metrotvnews)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *