News, Sport and Lifestyle

Tujuh Investor Manfaatkan Layanan Tiga Jam

METROPOLITAN.ID | Jakarta –  Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat sebanyak tujuh investor telah memanfaatkan layanan in­vestasi tiga jam sejak disosialisasikan Oktober 2015.

“Hingga 11 Januari 2016, terdapat tu­juh perusahaan dengan total nilai investasi Rp17,85 triliun yang telah memanfaatkan layanan izin investasi tiga jam,” kata Kepala BKPM Franky Sibarani dalam peluncuran resmi la­yanan izin investasi tiga jam di Jakarta, Senin (11/1).

Ke tujuh perusahaan tersebut berge­rak di bidang industri, properti, pem­bangkit listrik, pelabuhan dan budi­daya ternak.

Layanan izin investasi 3 jam itu se­cara resmi diluncurkan oleh Wakil Pre­siden Jusuf Kalla (JK). Acara ini juga dihadiri oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perindus­trian Saleh Husin, Menteri Perda­gang­an Thomas Lembong, Menteri ATR Ferry Mursyidan Baldan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kapolri Jende­ral Badrodin Haiti, dan Kepala BKPM Franky Sibarani.

Di hadapan ratusan investor yang memenuhi Ruang Nusantara I, Gedung Suhartoyo, Kantor Pusat BKPM, JK berjanji akan terus memperluas la­yan­an izin investasi 3 jam. Saat ini, la­yanan izin 3 jam sudah menghasilkan 8 izin dan 1 surat booking tanah.

“Layanan izin 3 jam ini untuk tahap awal 8 + 1 dan akan terus dikem­bang­kan. Tentu dibutuhkan banyak hal,” kata JK, dalam sambutannya.

JK berseloroh, para investor tak per­lu lagi bersusah payah menembus ke­macetan di Jakarta dengan adanya la­yanan izin 3 jam ini. Sebab, perizinan utama untuk investasi sudah bisa di­urus dalam waktu hanya 3 jam di satu tempat saja, di BKPM. “Ini diberikan agar anda (investor) tidak terjebak ke­macetan di Jakarta saat mengurus izin,” paparnya.

Pelayanan izin investasi 3 jam ini, sambungnya, adalah bagian dari upaya pemerintah untuk memangkas bi­ro­krasi perizinan yang panjang di Indonesia.

“Dengan pelimpahan kewenangan itu, banyak izin kita online-kan semua­nya, dan sebagainya. Kita ingin me­ngubah mindset,” tandasnya.

Kemudahan perizinan ini diha­rap­kan dapat meningkatkan masuknya in­vestasi sehingga pertumbuhan ekono­mi nasional bisa lebih kencang, lapa­ngan kerja pun dapat tercipta. “Kita ha­rapkan ini akan mempermudah inves­tasi dan mendorong pertumbuhan eko­nomi,” tutupnya.

Sembilan produk

Sementara Franky menjelaskan, de­ngan syarat investasi Rp100 miliar atau menyerap 1.000 tenaga kerja, investor bisa melakukan perizinan investasi se­lama tiga jam dengan sembilan pro­duk hasil.

Ke sembilan produk itu yakni izin prinsip penanaman modal, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), akta pen­dirian perusahaan dan surat kepu­tusan pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM serta Tanda Daftar Perusa­haan (TDP).

Selain itu juga Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA), Rencana Peng­gunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA), Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) dan Nomor Induk Kepabean­an (NIK), ditambah surat “booking” tanah.

Lebih lanjut, Franky menilai la­ya­nan investasi kilat itu memiliki peran strategis dalam mendorong masuknya aliran investasi asing dan domestik ke Indonesia karena penciptaan iklim in­vestasi yang mengundang. Pasalnya, layanan tersebut telah me­­­­mangkas wak­tu kepengurusan un­tuk menda­patkan sembilan produk pe­ri­zinan dan surat pemesanan tanah itu.

“Layanan izin investasi tiga jam de­ngan sembilan produk ini, mampu memangkas waktu pengurusan dari 23 hari menjadi tiga jam. Maka diharap­kan dari penyederhanaan perizinan Indonesia bisa berdaya saing lebih ung­gul. Ini sekaligus jadi hadiah tahun ba­ru bagi para investor,” tutur­nya.(ANA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *