SHARE

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Tahun baru seharusnya semangat juga baru. Bagi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Kecamatan Cileungsi, hal tersebut tidak berlaku. Sebab, usai melasanakan liburan tahun baru belum lama ini, tidak terlihat aktivitas di kantor sebagai tempat para pelaksana satuan pengelola pendidikan SD, SMP dan SMA bekerja. “Saya heran melihat kantor UPT Cileungsi yang lengang seperti ini, seperti kuburan. Saya jadi bingung mau nanya kepada siapa untuk mengurus surat kepindahan anak,” kata salah seorang sumber yang namanya tidak mau disebutkan.
Padahal, lanjutnya, sanksi pelanggaran bagi Pegawai Negri Sipil (PNS) sangat berat jika  kedapatan meliburkan diri sendiri tanpa alasan yang jelas. “Harusnya mereka tahu diri dengan tugas dan fungsi bukan berleha-leha seperti ini,” ujarnya.
Hal yang sama dialami Kardo Simanjuntak, salah satu orang tua murid yang merasa kebingungan saat akan memindahkan anaknya dari SMP Tanggerang ke SMP 01 Cileungsi. Namun, pihak sekolah menolak kepindahan anaknya. “Yang saya jadi bingung, berkasnya telah di terima kepala sekolah namun oleh salah seorang staf SMPN 01 berinisial S ditolak dengan alasan penuh dan kurikulumnya tidak sama,” jelasnya.
Lebih lanjut Kardo mengatakan, dengan adanya penolakan tersebut, maka nasib pendidikan anaknya menjadi tidak jelas, karena surat kepindahan dari Tanggerang sudah dicabut. “Saya mau ngadu ke siapa, mau menanyakan ke UPT Cileungsi tidak ada orang begini,” tandasnya. (leo/ar/tur/ram/run)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY