METROPOLITAN.ID – Salah satunya usaha konveksi yang ditekuni Muhammad Rahmad, warga RT 05/07, Kelurahan Sindangbarang. Ia mulai menekuni usaha tersebut sejak duduk di bangku kelas tiga SMA. “Kami memproduksi topi, tas, seragam sekolah dan pakaian sehari-hari yang sudah siap pakai,” terangnya kepada Metropolitan, kemarin.
Dia mengaku sudah mengirim hasil produksinya hingga Papua, Bangka dan Riau. Setiap buahnya dibanderol mulai dari Rp2.500 hingga Rp2,5 juta, tergantung jenis dan bahan yang dipakai. “Kami memiliki pelanggan dari toko. Mereka sudah menjadi pelanggan tetap kami,” ujar pria yang menjabat sebagai ketua RW 07 itu.
Berkat usaha yang ditekuninya, ia mampu memberdayakan 20 karyawan yang bekerja secara borongan. Mereka akanmendapatkan upah sesuai hasil yang didapat. “Sehari bisa dapat Rp150.000, itu pun bersih karena makan sudah kami tanggung. Kalau lebur, mereka bisa dapat lebih dari itu,” katanya.
Namun melemahnya ekonomi yang sedang melanda negeri ini, membuat pesanan yang ia terima juga menurun dan terpaksa harus mengurangi jumlah produksi. Meski begitu, ia memberi kebebasan kepada setiap karyawannya untuk mencari pekerjaan sampingan, sambil menunggu kondisi pasar stabil. “Mereka tetap kerja, tapi karena produksi sedikit, karyawan kami bisa mencari tambahan penghasilan di tempat lain,” katanya.
Dengan usaha yang digelutinya, ia bisa memberdayakan kaum ibu di wilayahnya. “Alhamdulillah, kami bisa memberdayakan ibu-ibu di sini. Mereka ada yang bisa memasang kancing dan lain sebagainya,” pungkasnya. (ano/b/suf/py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here