SHARE

METROPOLITAN.ID | TANGSEL – Pasca digoyang aksi demo aktivis HMI, Selasa (19/1) lalu, kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendadak didatangi tamu dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tangsel, Kamis (21/1). Kedatangan tamu dari DPRD Tangsel yang diwakili Wakil Ketua I Tb Bayu Murdani dari Fraksi PDIP yang didampingi seorang anggota Komisi II Bidang Pendidikan Edy M di Jalan Kencanaloka, Sektor XII BSD, Serpong, tak lain untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait tindak lanjut temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 2015 lalu. ”Sidak kita lakukan untuk mengetahui sejauh mana tindak lanjut Disdik Tangsel menyikapi temuan BPK di 2015 lalu,” kata Bayu kepada wartawan. Menurutnya, Disdik Tangsel memiliki jeda waktu 60 hari untuk menyelesaikan masalah hasil temuan BPK. Untuk itu, Disdik harus tanggap dan cepat menyikapi masalah tersebut. Ditanya besaran jumlah hasil temuan BPK yang ada di Disdik Tangsel pada 2015 tersebut, politisi asal PDIP ini bungkam dan enggan menyebutkannya. ”Jumlahnya fantastis, tanyakan saja ke dinas itu,” ucapnya. Dikonfirmasi, terpisah, Sekretaris Disdik Kota Tangsel HM Sahlan, mengakui jika sidak dewan ke kantornya tak lain untuk menanyakan sejauh mana tindakan dinas mengenai temuan BPK. Ada pun temuan tersebut dilakukan dari pihak ketiga yang mengerjakan pembangunan fisik di mana terdapat kekurangan volumenya. ”Jadi, pak dewan itu menanyakan sejauh mana tindak lanjut yang dilakukan Disdik. Kami juga terus berkoordinasi dengan Pepeko Pejabat Pembuat Komitmen (Pepeko), sudah sejauh mana tindak lanjutnya,” ungkapnya. Disinggung adanya unsur kerugian yang disebabkan pihak ketiga, mantan Camat Pondok Aren ini menambahkan bahwa kerugian sudah tentu ada. Tetapi, hanya sebatas pada volume saja. Meski begitu, Disdik Tangsel akan melakukan blacklist terhadap pemborong yang dianggap tidak memenuhi volume fisik pembangunan. ”Kita juga meminta kepada CV maupun PT yang melakukan pengerjaan fisik agar mengembalikan uang ke kas daerah,” tuturnya. (dra/ded/sal/run)          Selanjutnya, kata Sahlan, Dindik akan mengevaluasi kepada bidang-bidang yang mengurusi masalah pengerjaan fisik. Sehingga, hal itu tidak terulang kembali di tahun-tahun yang akan datang. ”Kalau evaluasi, sudah tentu. Terutama pada bidang yang mengurusi masalah fisik seperti bidang Pendidikan Dasar dan beberapa bidang lainnya,” pungkasnya.(dra/ded/sal)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY