SHARE

METROPOLITAN.ID | SANAA — Jaringan kantor berita Al-Jazeera yang berbasis di Qatar mengatakan telah kehilangan kontak dengan salah satu koresponden utamanya. Mereka menduga koresponden tersebut telah diculik di kota yang dilanda perang di Taiz, Yaman Tengah.Jaringan berita mengatakan, Hamid al-Bukari meliput pertempuran intens di Taiz yang dimulai pada April dan hilang pada Senin malam, awal pekan ini.Al Jazeera menyerukan pembebasan al-Bukhari dan mengatakan, para penculik bertanggung jawab atas keselamatannya. Namun, jaringan berita tersebut tidak menyebutkan nama kelompok di balik dugaan penculikan.Di Taiz, pemberontak Syiah yang dikenal sebagai Houthi telah berjuang melawan pejuang lokal yang meliputi konservatif ultra dan pasukan pro-pemerintah.Beberapa wartawan telah tewas, ditahan atau diusir selama perang Yaman. Pada September 2014, Houthi menguasai ibu kota dan mendorong kampanye militer yang dipimpin Saudi dalam mendukung pemerintah.(REPUBLIKA.CO.ID)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY