SHARE

METROPOLITAN.ID – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) Provinsi Banten mempertanyakan ribuan meter tanah yang merupakan aset daerah di Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan. Sebab, keberadaan aset tanah yang biasa disebut tanah GG itu keberadaannya dikawatirkan dapat disalahgunakan oknum tak bertanggung jawab.
Sekretaris DPP-LAKRI Provinsi Banten Puji Iman Jarkasih menyebutkan, berdasarkan data yang dibuat pihak Kelurahan Ciater pada tahun 2008 lalu kepada Pemkab Tangerang, pihaknya ingin mempertanyakan kembali keberadaan aset-aset daerah itu melalui surat yang dilayangkan kepada pihak Kelurahan Ciater.
”Makanya kita mencoba meng­klarifikasi kepada lurah Ciater mengenai keberadaan aset-aset daerah tersebut. Masih ada atau tidak?,” kata Puji kemarin.
Puji menjelaskan, berdasarkan Pasal 12 A dan B Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), pihaknya juga meminta penjelasan aset-aset tersebut jika memang sudah diserahkan kepada pemerintah, kapan dan seperti apa proses penyerahannya.
”Kita tunggu penjelasan dari lurah Ciater. Jika memang sudah diserahkan kepada pemerintah, kapan dan bagaimana proses pengerjaannya,” imbuhnya.
Terpisah, Lurah Ciater Nasan Wijaya mengatakan, adanya aset-aset daerah berupa tanah di wilayah kelurahannya menerangkan saat ini sudah diserahkan kepada pihak Pemkot Tangsel. ”Sudah kita serahkan kepada Pemkot Tangsel,” ujarnya.(dra/ded/er/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY