News, Sport and Lifestyle

Warga Kalisuren bakal Demo

METROPOLITAN.ID | TAJURHALANG – Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Bogor benar-benar zalim terhadap warga Kampung Jampang, Desa Kalisuren, Kecamatan Tajurhalang lantaran surat tanahnya ditahan. Hingga kini, warga terpaksa harus membayar pajak tanah yang sudah dibebaskan DBMP untuk pembangunan jalan pemda.
Ratusan warga pun berencana mengontrog DBMP Kabupaten Bogor agar warga bisa mengurus sertifikat tanahnya. “Saya sudah lima tahun ini membayar pajak tanah yang sudah dibebaskan DBMP,” ujar warga yang surat tanahnya ditahan DBMP Supriya kepada Metropolitan, kemarin.
Ia menjelaskan, untuk membayar pajak dirinya harus mengeluarkan uang hingga ratusan ribu rupiah untuk sekali bayar, sehingga pajak yang sudah dibayarkan selama lima tahun ini bisa mencapai jutaan rupiah.
“Kalau saya tidak bayar, saya disebut menunggak pajak karena Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) di desa itu masih atas nama saya,” beber warga yang tinggal di RT 03/11 itu. Ia juga berharap, DBMP segera memecah surat tanahnya dan mengembalikan surat itu kepada dirinya agar pajak tanah yang sudah dibebaskan tak lagi menjadi tanggungannya.
Tak hanya itu, ia juga khawatir surat yang sudah lama ditahan DBMP tersebut hilang. “Sisa dari tanah yang dibebaskan itu masih luas, jadi dengan ditahannya surat itu otomatis tanahnya tidak memiliki surat dan saya bingung kalau ingin menjualnya lagi,” katanya.(sal/yok/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *