SHARE

METROPOLITAN.ID | CIJERUK – Jauhnya letak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Cijeruk dikeluhkan sopir angkot dan pengguna kendaraan. Pasalnya, keberadaan SPBU dinilai sangat langka hingga membuat sopir angkot selalu mengisi bahan bakar di tempat eceran. Hal tersebut diungkapkan salah satu sopir angkot jurusan Cihideung-Ramayana, Eman (34). Jika kehabisan bahan bakar, dirinya harus merogoh kocek lebih tinggi karena membeli dari penjual eceran yang tersedia di sepanjang jalan.
“Kami kesulitan jika sedang kehabisan bahan bakar, sebab SPBU cukup jauh sekitar 10 kilometer yaitu di Jalan Batutulis Kota Bogor,” ungkapnya kepada Metropolitan, kemarin. Lebih lanjut dirinya menuturkan, keberadaan SPBU cukup didambakan. Kecamatan Cijeruk yang merupakan jalur alternatif, membuat volume kendaraan selalu padat setiap harinya. “Sangat memudahkan kami jika memang ada SPBU di wilayah ini,” katanya lagi.
Hal senada juga diungkapkan salah satu pengendara mobil, Ujang Saipulloh (26) warga Kampung Palasari, Desa Tanjungsari, Kecamatan Cijeruk. Dirinya berharap pemerintah kecamatan bisa mendatangkan pengusaha SPBU untuk mendirikan usaha SPBU resmi di wilayahnya. “Datangkan pengusaha untuk mendirikan SPBU demi mempermudah warga dalam pengisian bahan bakar,” paparnya.
Menanggapi hal tersebut, Camat Cijeruk Hidayat Saputradinata mengatakan, keinginan warga telah diajukan ke tingkat Pemkab Bogor. Tak hanya itu, lokasi pendirian SPBU juga telah tersedia. “Saya sudah ajukan, berharap tahun ini perizinan sudah bisa dikeluarkan. Insya Allah tahun ini sudah bisa terlaksana,” pungkasnya. (nto/suf/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY