News, Sport and Lifestyle

Warga Tuding Gardenia Langgar Kesepakatan

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Masih ingat dengan masalah pembangunan Apartemen Gardenia Residence? Ternyata polemik antara pengembang dengan warga Kampung Neglasari, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, belum juga selesai. Ini terbukti dengan adanya surat yang dikirimkan warga sekitar ke Komisi A DPRD Kota Bogor, beberapa waktu lalu. Warga meminta bantuan anggota dewan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meninjau ulang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) hunian vertikal tersebut.
Anggota Komisi A DPRD Kota Bogor Ahmad Aswandi mengatakan, warga menyurati DPRD lantaran Gardenia Residence diduga telah melanggar beberapa poin yang tertera dalam perjanjian bersama. Atas dasar itu, pria yang disapa Kiwong ini bakal segera menindaklanjuti surat tersebut dengan sebelumnya berkoordinasi kepada ketua dan anggota Komisi A lainnya.
Poin-poin yang dilanggar pengembang Apartemen Gardenia Residence, kata Kiwong, antara lain  yakni tidak mempekerjakan warga sekitar, jam proyek yang mengganggu masyarakat dan tidak mengganti seratus persen kerusakan rumah akibat pembangunan.
Kiwong menegaskan, Komisi A akan segera melakukan pemanggilan terhadap Gardenia Residence seputar adanya pengaduan tersebut. ”Secepatnya setelah melakukan koordinasi dan anggota yang lain,” ujar Kiwong saat ditemui wartawan di ruangannya, kemarin.
Setelah mendengar adanya aduan warga terkait pelanggaran kesepakatan yang dilakukan Apartemen Gardenia Residence, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bogor Zentoni pun langsung angkat bicara. Ia meminta DPRD segera turun ke lapangan untuk mengecek situasi yang sebenarnya dan merekomendasikan agar pemkot segera membekukan perizinan apartemen tersebut. ”Dewan harus turun langsung. Bila ditemukan kesalahan, rekomendasi pembekuan izin harus dikeluarkan,” kata Zentoni.
Ia pun memperingatkan agar pemerintah dan DPRD tidak main mata dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Saat disinggung mengenai perkembangan konflik antara Yayasan Bahrul Ulum dan Gardenia Residence akibat retak-retaknya tembok yayasan, Zentoni menjelaskan bahwa hingga kini pihaknya masih melakukan mediasi dengan Gardenia. ”Kalau masalah dengan klien kami, masih dalam tahap mediasi,” ucap pria yang juga kuasa hukum dari Yayasan Bahrul Ulum. (ram/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *