SHARE

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Warga RT 01/06, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, keluhkan keberadaan pipa saluran air Rumah Sakit (RS) Medika Dramaga yang menjorok ke Kali Cibungur. Warga menduga, pipa tersebut menjadi tempat pembuangan limbah yang nantinya dapat mencemari lingkungan.
Seorang warga sekitar, Malik (23) mengatakan, sejak pembangunan RS Medika Dramaga pada 2012 lalu, tak ada penjelasan dari pihak RS mengenai pipa aliran air itu. “Kalau benar itu (pipa) pembuangan air limbah kan sa­ngat berbahaya,” ujar Malik kepada wartawan, belum lama ini.
Sebab, kata Malik, warga sekitar masih ada yang memanfaatkan aliran kali itu untuk keperluan sehari-hari, yakni untuk ternak ikan. Sementara pada saat musim kemarau, warga juga memanfaatkannya untuk mencuci baju dan membersihkan perlengkapan alat rumah tangga lainnya. “Kalau langsung dibuang ke sungai sembarangan, malah kita yang sakit nantinya,” terangnya.
Malik juga meminta pemba­ngunan limbah rumah sakit perlu mendapat pengawasan ketat dari pemerintah setempat. Hal itu agar pembangunan saluran limbah tidak asal-asalan dan benar-benar bisa mengolah limbah berbahaya serta tidak mencemari lingkungan. “Limbah rumah sakit itu sangat berbahaya, jadi saya minta mu­tu standar tetap diperhatikan dan menjadi yang paling utama,” paparnya.
Keluhan juga disampaikan Maryono, warga sekitar yang tinggal di dekat RS Medika Dramaga. Menurut Maryono, selama ada RS Medika Dramaga, pihak RS tak pernah mempedulikan masyarakat sekitar seperti bidang kesehatan dan Corporate Social Responsibility (CSR)-nya. Padahal, CSR sendiri bentuk tangung jawab dari rumah sakit kepada masyarakat sekitar.
Walaupun RS Medika Dramaga bergerak di bidang pela­yan sosial, akan tetapi menurut Maryono, RS Medika Dramaga juga menjelma menjadi perusahaan sosial bisnis. Jadi, merupakan kewajiban RS untuk mengeluarkan CSR-nya sesuai amanat undang-undang. “Untuk lingkungan saja tidak peduli,” tuturnya.
Menanggapi permasalahan itu, Direktur Utama (Dirut) RS Medika Dramaga dr R Gioseffi Purnawarman menjelaskan, selama ini pihak RS selalu terbuka terhadap keluhan masyarakat ataupun pasien demi peningkatan mutu rumah sakit. Adanya keluhan masyarakat terhadap saluran pipa RS Medika yang berakhir di bibir Kali Cibungur, Gioseffi memastikan jika hal tersebut bukan limbah rumah sakit. Sebab, untuk pengelolaan limbah dikelola dengan baik dan kerap dilakukan pengecekan, termasuk pemeriksaan titik koordinat setiap satu bulan sekali.
“Kami mengajak masyarakat sama-sama mengecek bareng kondisi saluran air itu. Karena selama ini limbah rumah sakit dikelola dengan baik agar tidak merugikan masyarakat sekitar,“ kata Gioseffi ketika dikonfirmasi Metropolitan, kemarin.
Sementara terkait dana CSR RS Medika Dragaga, tentunya sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan setiap tahun terus bergulir. Di antaranya untuk sunatan massal dan pemeriksaan gratis kepada masyarakat sekitar. “Kita menganggap Rumah Sakit Medika Dramaga merupakan bagian dari wilayah sekitar. Sehingga kepedulian terhadap lingkungan sekitar diutamakan,” pungkasnya. (ads/b/ram/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY