SHARE

METROPOLITAN.ID | TANGSEL – Warga Kavling Deplu, Pondok Karya, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), akhirnya lakukan pertemuan dengan aparat pemerintah setempat. Dalam pertemuan itu, warga meminta agar Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tanpa izin ditutup saja.
Salah seorang warga RT 09/ 01, Pondok Karya, Bambang mengatakan, warga tidak mengharapkan adanya TPS liar yang sangat menganggu kenyamanan. Maka, TPS tanpa izin itu sebaiknya ditutup saja. Pemerintah pun harusnya bertindak tegas dalam melihat persoalan ini.
“Jika TPS yang dipersoalkan warga Kavling Deplu sejak lama dibiarkan oleh pemerintah, maka ini tidak tepat. Mereka sudah membuat warga tidak nyaman dengan asapnya yang sebelumnya pernah dibakar. Kami meminta agar ditutup saja, sebab pemerintah yang memiliki kuasa untuk melakukan penutupan,” pintanya.
Dalam pertemuan itu dihadiri puluhan warga di Aula Kelurahan Pondokkarya, Lurah setempat Kamaludin menyampaikan bahwa persoalan sampah yang dikeluhkan warga Kavling Deplu dan sekitarnya khusunya RW 03 dan RW 01 akan diserahkan kembali kepada warga.
“Kami akan menyerahkan kembali kepada masyarakat, apa yang menjadi kesepakatan mereka. Namun, sebelumnya kami memutuskan akan terjun ke lokasi untuk memantau secara jelas di lapangan,” paparnya.
Ia menuturkan, sampah yang ada di kawasan Kavling Deplu memang tidak terkontrol, sebab sampah yang masuk ke TPS per harinya sampai 12 ton. Sementara, sampah yang keluar hanya 5 ton, makanya sangat menumpuk. Tak hanya itu, di lingkungan RW 03 dan RW 01 dengan total warga setiar 1000 orang yang tersebar ada empat titik TPS beroperasi.
“Sirkulasi sampah yang masuk dengan keluar memang tidak sebanding, makanya ini perlu dibuat sistem yang baik,” pungkasnya.
Kelurahan dan kecamatan akan buat regulasi dengan kerja sama Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP). Ia pun meminta dukungan dari tokoh masyarakat dan masyarakat secara keseluruhan untuk menangani sampah secara terpadu.
“Kami meminta komitmen dan dukungan dari Pemkot Tangsel juga dari warga untuk menuntaskan persoalan sampah ini,” janjinya.
Sekcam Pondok Aren Makum Sagita memastikan dari hasil pertemuan dengan warga akan segera melakukan pengecekan ke lapangan. Selanjutnya akan membenahi sistem yang ada agar tidak menjadi polemik dalam penanganan sampah. (ded/salrun)

“Kami bersama lurah akan melakukan tinjuan ke lokasi untuk menata ulang dan menyelesaikan persoalan sampah,” ujar Makum.

Sebelumnya Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan DKPP Kota Tangsel, Yepi Suherman memastikan jika apa yang dilakukan warga Kavling Deplu memprotes keberadaan TPS di wilayahnya merupakan tindakan wajar. “Untuk TPS yang di Kavling Deplu bisa disebut TPS liar karena tidak ada izin atau rekomendasi dari Pemkot Tangsel,” terang Yepi.

Atas protes warga itu maka, Yepi menyarankan supaya segera ditutup saja agar tidak menimbulkan polemik di lingkungan sekitar. Jika tidak, maka akan menimbulkan kisruh berkepanjangan di kemudian hari.

Namun demikian ia pun menyarankan agar tindakan warga tidak menimbulkan gesekan, lebih bisa menahan diri dan menemukan jalan keluar. “Saya sarankan segera distop atau tutup,” sarannya. (ded/sal).

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY