News, Sport and Lifestyle

Wasbangkim Pelototi Apartemen Depan Kampus

METROPOLITAN.ID – Rencana pembangunan Apartemen Grand Park City Pakuan (GPCP) Bogor terus menuai polemik. Malah sekarang apartemen depan Universitas Pakuan (Unpak) yang belum punya izin itu terus melakukan pemasaran. Padahal, dalam undang-undang dijelaskan secara tegas bahwa sebuah bangunan komersial tidak boleh dipasarkan jika belum mengantongi izin. Namun pada kenyataannya, marketing GPCP sudah melakukan pemasaran secara langsung seperti yang terlihat di . Padahal, permasalahan penggusuran sejumlah pedagang dan penggunaan lahan milik PT Jasa Marga belum selesai dibicarakan dengan masyarakat sekitar.Ketika dikonfirmasi hal di atas, marketing GPCP Yudi Mulyadinata mengatakan, untuk pemasaran memang terus dilakukan secara masif. Bahkan, kata Yudi, puluhan apartemen sudah laku terjual. Yudi juga mengakui bahwa apartemen ini belum dibangun. Ketika ada masyarakat yang berminat membeli apartemen yang berlokasi di Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah itu, pembeli hanya mengisi formulir dan memberi sejumlah uang untuk tan­da jadi saja. “Dalam kontrak tersebut kita tak menjamin apa pun,” terang Yudi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon. Adanya permasalahan terkait sejumlah lahan yang berada di area apartemen, Yudi enggan mengomentarinya. Karena menurut dia, ia hanya bekerja untuk melakukan pemasaran apartemen tersebut.Sementara itu, Lurah Tegallega Abdul Rochim menjelaskan, hingga kini sejumlah pedagang belum direlokasi. Karena menurut dia, lahan untuk merelokasi para pedagang tersebut masih ditempati pedagang lainnya. “Pedagang yang ada di situ nantinya mau ditata, namun tempat relokasi di situ masih dipakai salah satu pedagang lainnya,” jelasnya. Para pedagang yang berjualan di sekitar Kampus Pakuan, menurut Abdul Rochim akan dibangunkan foodcord dengan ukuran 3 x 3 meter persegi per kiosnya. “Karena saat ini tempatnya belum ada, maka para pedagang yang sebelumnya membongkar warung-warung belum dapat direlokasikan,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Penga­wasan Bangunan dan Pemukiman (Wasbangkim) Boris Darusaman mangatakan, dirinya belum mendapat tembusan dari dinas perizinan terkait rencana pembangunan Apartemen GPCP. “Kalau bangunannya belum ada yang harus kita awasi. Jika bangunan sudah dimulai, baru bisa kita awasi,” katanya.
Boris juga menambahkan, dirinya terus memantau dan pelototi segala aktivitas di lokasi itu. Jika ada proses pembangunan apartemen di wilayah tersebut, ia tak- segan-segan menindaknya. Karena dianggap ilegal jika bangunan tersebut belum punya izin. “Ya jelas akan kita tindak jika belum ada izin sudah melakukan aktivitas pembangunan,” pungkasnya. (mam/b/ram/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *