SHARE

METROPOLITAN.ID | CIJERUK – Pemandangan memilukan kembali terjadi di dunia pendidikan di Kabupaten Bogor. Kali ini menimpa warga SDN Tajurhalang 05, Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk. Para siswa dan guru malah Buang Air Besar (BAB) tidak pada tempatnya, dan harus menyusuri jalan setapak ke arah sungai yang letaknya lumayan jauh dari sekolah.
Hal tersebut terpaksa dilakukan karena WC sekolah tersebut ambrol diterjang longsor November 2015 silam. Meski pihak sekolah sudah mengajukan ke Dinas Pendidikan (Disdik), namun tetap saja belum ada perbaikan. Kepala Sekolah SDN Tajur Halang 05 Eli, sangat menyayangkan belum terbangunnya kembali sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) tersebut.
”Padahal, camat dan kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) sudah melihat, bahkan sudah mengajukan ke Disdik Kabupaten Bogor, tapi tetap saja belum ada perbaikan,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.
Ia mengaku prihatin dengan keadaan siswa atau guru yang hendak BAB, mereka harus turun dulu ke sungai yang jaraknya lumayan jauh.
”Saat ini, turap yang menyangga WC juga ikut ambruk. Sehingga jika mau diperbaiki, harus membetulkan dulu turapnya. Itu kan butuh biaya yang tidak sedikit,” jelasnya.
Hal senada dikatakan Dudu, guru senior di lingkungan SDN Tajurhalang 05. Menurutnya, WC yang terbawa longsor itu sampai sekarang belum diperbaiki. Pasalnya, tanah penahan tebing harus lebih dulu diperbaiki, karena WC berdiri di atas tebing tersebut.
”Kalau untuk WC-nya saja mungkin kami bisa swadaya, karena hanya berukuran 2×2 meter saja. Tapi, untuk tebingannya dipastikan bakal menelan biaya yang cukup besar,” paparnya. Ia berharap, pemerintah bisa secepatnya memperbaiki tebingan, karena ini merupakan salah satu sarana vital sekolah. (nto/yok/run)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY