News, Sport and Lifestyle

50 Tahun Bertani Jadi Panutan Mahasiswa IPB

METROPOLITAN.ID – Menjadi petani tak membuat H Ukay Sukmawan (65) kecil hati. Bahkan, berkat ketekunannya mengolah hasil bumi ia bisa membantu perjuangan sang anak Jenal Mutaqin hingga berhasil duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor. Jenal disuruh mengabdikan diri sebagai pelayan dan penyambung lidah rakyat.
Bagi Ukay, bertani adalah pekerjaan mulia. Ia bersyukur dari hasil bertani bisa menghidupi keluarganya. “Alhamdulillah dari bertani saya bisa bertahan sampai saat ini,” papar H Ukay usai menggarap ladangnya. Mengelola lahan sekitar 1,9 hektare bukan hal mudah. Terlebih lahan tersebut digunakan untuk bercocok tanam. Melalui bertani, Ukay bisa membuka lahan pekerjaan bagi warga sekitar. “Untuk menanam padi ada beberapa dan itu perlu orang yang cukup banyak juga. Maka dari itu, saya memberdayakan masyarakat untuk ikut bekerja,” terangnya.
Sudah 50 tahun Ukay malang melintang di dunia pertanian. Selama itu pula ia jarang mengeluh. Wajahnya berubah menjadi semringah ketika bisa melihat anak-anaknya sukses di pekerjaannya masing-masing. Semua itu hasil jerih payah Ukay dan istrinya. Hingga pada akhirnya hal ini membuat dirinya banyak dicari sejumlah mahasiswa yang menimba ilmu di bidang pertanian. Seperti mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang sering meminta pendapat dalam bercocok tanam yang baik dan benar. “Ini bukti anak petani pun bisa membuat sukses anaknya,” katanya.
Berbeda dengan para petani lainnya. Hasil bercocok tanam Ukay tidak dijual ke pasaran, melainkan dijual langsung kepada masyarakat sekitar dengan harga terjangkau. Tak lupa Ukay juga memberikan zakat kepada masyarakat dari hasil panennya tersebut.
Sementara itu, anak Ukay yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Bogor Jenal Mutaqin menyatakan, dirinya sangat bang­ga mempunyai seorang ayah petani. Bahkan menurut dia, karier Jenal di dunia politik ini berawal dari ajakan sang ayah. “Dulu pertama yang menyuruh menjadi caleg adalah bapak saya. Alhamdulillah karena mengikuti kata orang tua, saya bisa seperti ini,” tandasnya. (mam/b/ram/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *