SHARE

METROPOLITAN.ID – Gerakan Fajar Nusan­tara (Gafatar) ternyata sempat bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok beberapa tahun lalu. Ormas itu juga mengajukan perizinan kepada Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol Linmas) Kota Depok pada 2015.
”Masalah penolakan izin saat itu saya tidak tahu pasti. Yang pasti, kesbangpol merujuk pada saran Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri),” kata Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail di Depok, kemarin. Ia mengungkapkan, Gafatar sempat menggagas kerja sama untuk Program Ketahanan Pangan dengan Pemkot Depok.
”Kalau mereka bermitra dan berpartisipasi dengan gerakan pemerintah dan ormas, Gafatar punya niat aksi sosial dan lingkungan hidup berpartisipasi di Depok dalam aksi Penanaman Tanaman Pangan pada 2013 di Lapangan RRI,” paparnya.
Pada prinsipnya, sambung Nur, pihaknya mendukung semua aksi kepedulian ketahanan pangan dan sosial. Namun, ajaran tersebut tidak sesuai agama. ”Kala mereka membawa ajaran yang tidak sesuai ajaran agama atau mengajak melawan keutuhan negara, kami serahkan ke Kemenag (Kementerian Agama) dan negara,” katanya.
Ia juga berharap belasan warga Depok yang dilaporkan hilang dan diduga ikut Gafatar bisa pulang. ”Kami sebagai pemerintah kota akan terima kembalinya warga hilang yang mengikuti Gafatar dan akan kami luruskan kembali bersama MUI,” paparnya.(oz/sal/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY