SHARE

METROPOLITAN.ID – Seorang  perempuan dengan napas terengah-engah tergeletak di pinggir Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Timur. Kondisinya lemah tak berdaya. Darah pun terus bercucuran dari bagian atas pangkal paha dan melumuri kakinya. Sambil menahan sakit, Imas Wahyuningsih (34) berteriak usai melahirkan bayi mungil di trotoar.
AWALNYA Imas terlihat mondar-mandir di depan toko kembang milik Sri yang berada di Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Timur.  Saat itu, pemilik toko mulai curiga dengan gerak-gerik Imas yang nampak lemas dengan wajah pucat.
Melihat kondisi Imas, pemilik toko langsung bergegas meminta bantuan ke seberang jalan. Namun saat kembali ke tokonya,  Imas sudah terkapar lunglai berlumur darah di bagian pahanya.
“Saat kembali, Imas sudah melahirkan bayi laki-laki.  Tak lama kami (Dinsos) datang dan membawa ibu itu ke RSUD Kota Bogor,”ungkap Kepala Seksi Bantuan Perlindungan Sosial Kota Bogor, Ujiani Supriatin saat menceritakan kejadian.
Sementara itu, dari informasi yang dihimpun,  saat melahirkan, Imas banyak mengeluarkan darah. Bayinya juga sempat terlilit tali pusar. Beruntung, walau  tanpa pertolongan medis, perempuan dapat melewati persalinan dengan lancar.
Warga yang melintas jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor mendadak heboh dengan kelahiran bayi laki-laki di trotoar. “Saya kaget saja mas, tadi siang memang ada wanita yang melahirkan di sini,” kata Sueb (43), warga di dekat lokasi kejadian, kemarin.
Saat lahir, sang bayi masih terlilit tali pusar.  Warga yang melihat kejadian itu langsung menolong keduanya.
Sementara itu, pasca persalinan di trotoar, Imas langsung dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Kota Bogor. Sedangkan sang bayi yang diketahui lahir prematur  langsung dimasukkan ke inkubator guna perawatan lanjutan. Selama dirawat, tak ada keluarga ataupun kerabat yang mengunjunginya. Kartu identitas juga tidak ditemukan dari tangan Imas.
Menurut keterangan pihak rumah sakit, Imas mengaku berasal dari Lampung. Ia sengaja datang ke Bogor untuk mencari kerja. Namun, saat dikorek informasi lebih lanjut, wanita yang masih tampak linglung itu diam seribu bahasa.
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Kota Bogor, Dokter Edward yang sempat berdialog dengan Imas menuturkan jika perempuan itu tidak menginginkan anaknya. Imas justru meminta pihak rumah sakit untuk merawat bayinya.  “Dia diam saja, tidak mau bicara, tapi dia cuma mengaku kabur dari Lampung dan ingin mencari pekerjaan. Ibunya tidak mau menerima bayi itu,” kata Edwar, dokter yang menangani wanita itu.
Soal biaya perawatan, Edward mengatakan bila seluruhnya akan ditanggung Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi (Disnakersostrans) Kota Bogor. Imas dianggap orang telantar, sehingga pembiayaannya akan ditanggung Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. “Pembiayaannya nanti lewat Jamkseda. Sampai bayinya pulih nan­ti kami akan kembalikan lagi ke Disnaker­sostrans,” tutur Edward.  (ano/c/tib/feb/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY