SHARE

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Ketua Dekranasda Kota Bogor Yane ’Bima Arya’ Ardian, mengajak kepada semua pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) yang telah maju untuk membantu pelaku IKM lainnya. Hal itu disampaikan Yane saat hadir pada perayaan Satu Windu Batik Bogor Tradisiku di Galery Batik Bogor Tradisiku, Jalan Jalak, Tanahsareal, kemarin.
“Jagalah kekompakan dengan sesama pelaku IKM. Jangan lupa untuk membimbing para pelaku IKM lain dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Teruslah berinovasi dan berkreasi serta tingkatkan kualitas agar dapat bersaing, baik tingkat regional, nasional dan internasional,” cetus Yane.
Menurut Yane, apa yang sudah diraih Batik Bogor Tradisiku merupakan suatu proses yang tidak sebentar dan tidak mudah. Semua ini, kata Yane, merupakan anugerah yang diawali dengan usaha tanpa kenal lelah yang pada akhirnya memberikan hasil saat ini dapat dinikmati.
Sementara itu, pendiri sekaligus owner Batik Bogor Tradisiku, Siswaya mengatakan, pada awal berdiri IKM miliknya itu telah bekerja sama dengan pelaku IKM lain. “Saat ini sudah ada sepuluh binaan yang telah berdiri sendiri atau follower Batik Bogor Tradisiku yang tersebar di Kota Bogor. Di usia sewindu ini, saya berharap akan muncul dan berkembang batik-batik lain di Kota Bogor yang menjadi kebanggaan bagi warga Kota Bogor itu sendiri maupun masyarkat luas, wisatawan nasional maupun wisata internasional,” jelas Siswaya.
Siswaya juga mengungkapkan, selama ini jika orang-orang berkunjung ke Kota Bogor yang disambanginya adalah Kebun Raya Bogor, Istana Presiden dan Tas Tajur. “Saya memiliki misi menjadikan Batik Bogor Tradisiku sebagai salah satu sentra tradisi batik yang menjadi salah satu destinasi ketika mengunjungi Kota Bogor. Selain itu, saya juga berharap generasi muda Kota Bogor dapat mempelajari dan membantu untuk terus mengem­bangi Batik Bogor Tradisiku, sehingga dapat meneruskan tongkat estafet dari kami,” tukas Siswaya.
Siswaya juga menerangkan, pilihan warna ungu sebagai warna khas Batik Bogor Tradisiku merupakan warna ke­su­kaan dari salah satu Permaisuri Prabu Siliwangi. “Pemi­lihan warna khas ini sudah kami diskusikan dengan para tokoh adat dan seniman yang ada di Kota Bogor,” tutupnya. (*/ram/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY