SHARE

METROPOLITAN.ID – Tak hanya diterjang banjir, dua kecamatan di Kota Depok juga terkena longsor. Longsor terjadi di Kecamatan Cimanggis dan Kecamatan Tapos. Longsor setinggi 5 kilometer  itu menggerus jalan di Kelapadua, Cimanggis, Depok. Selain itu, longsor juga terjadi di Perumahan Laguna, Tapos, Depok.
“Petugas kami masih menangani bencana pascalongsor,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Depok Manto, kemarin. Manto menambahkan, hingga kini longsor di Perumahan Laguna masih dalam penanganan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
“Dekat kolam renang juga ada longsor, petugas kami sedang bekerja. Koban jiwa nihil dan tidak ada rumah yang tertimpa,” jelasnya.
Dia membenarkan Pemkot Depok mengucurkan anggaran tanggap darurat Rp700 juta untuk memperbaiki titik longsor yang terjadi akhir 2015 lalu. “Itu diperuntukkan di Perumahan Gema Pesona untuk turap Kali Cikumpa yang longsor beberapa waktu lalu dan penurapan di Kali Sugutamu yang longsor melewati Perum Mutiara Depok beberapa waktu lalu,” katanya.
Untuk banjir di Jalan Margonda akibat saluran air yang kurang memadai serta di sejumlah ruas jalan lain, di antaranya di Jalan Sawangan, menurut Manto, pihaknya akan melakukan tata air dengan mengalihkan air yang masuk ke sejumlah aliran dan kali yang ada jika hujan turun. “Kami juga sudah ajukan dana bencana agar dapat dicairkan untuk mengatasi banjir dan tanah longsor,” ujarnya.
Besaran dana yang diajukan secara bertahap yakni Rp30 miliar dan memang sudah ada serta disiapkan untuk mengatasi bencana termasuk banjir dan tanah longsor di Depok.
Saat ini pihaknya secara intensif memperlancar aliran air di Kali Jantung yang masuk ke Kali Laya. Caranya dengan membersihkan sampah di sejumlah titik aliran kali yang masih  menumpuk. “Ini untuk meminimalkan kemungkinan perumahan yang dilewati Kali Jantung kembali digenangi banjir,” katanya.
Ia menuturkan, hingga saat ini ada 55 titik rawan banjir dan longsor di sebelas kecamatan di Depok. Meski sudah  membersihkan saluran air dan kali di Depok, perlu ada normalisasi menyeluruh di seluruh aliran sungai serta 23 situ di Depok.
“Dana yang dibutuhkan untuk itu tidak sedikit. Terutama untuk normalisasi 23 situ di Depok butuh Rp450 miliar dan sedang kita ajukan ke pemerintah pusat,” terang Manto.
Sementara itu, Pejabat Sementara (Pjs) Walikota Depok Arifin H Kertasaputra mengaku sudah mendapat permohonan dari Dinas Bimasda Depok agar mereka dapat menggunakan dana tak terduga untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor di musim hujan ini. Namun ia mengaku belum memutuskan apakah penggunaan dana itu bisa dilakukan atau tidak.
“Saya sedang pelajari kemungkinannya untuk penggunaan dana itu. Harus ada kajian teknis lebih dulu, apa saja kebutuhannya,” ujar Arifin. (ok/tib/els/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY