News, Sport and Lifestyle

Aktif di Masyarakat, Kelola Yayasan Paud

METROPOLITAN.ID | Di balik kesibukan anggota DPRD Kabupaten Bogor Usep Saefullah, sang istri Yayah Alfiyah (34) juga punya seabrek kegiatan sosial. Mulai dari pengajian rutin hingga mengelola yayasan untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

BERMAIN dengan anak-anak menjadi rutinitas yang dilakoni Alfiyah untuk mengisi waktu luangnya. Beberapa tahun belakangan ini, ia sibuk mengelola Paud Amanah Bangsa. Selain itu, ia juga aktif menggalakkan pengajian rutin bersama ibu-ibu di majelis taklim sambil bertukar pengalaman mengenai cara mengasuh anak.
“Itu saya lakukan bersama ibu-ibu di sekitar rumah. Termasuk sharing bagaimana cara menggali potensi anak dan ada juga untuk ibu-ibu,” kata Alfiyah.
Beruntung, di tengah aktivitasnya yang banyak, ibu tiga anak ini selalu mendapat dukungan penuh dari sang suami. Alfiyah mengaku selalu punya cara sendiri untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, meski masing-masing punya kesibukan.
Berwisata ke gunung dan pantai menjadi salah satu pilihan keluarganya untuk merilekskan pikiran di tengah hiruk-pikuk perkotaan.
“Kalau di kota bikin mumet anak, makanya pergi ke alam terbuka biar fresh. Kadang nginep di sana untuk berkuda atau berenang,” kata Alfiyah yang menjadi kepala Paud Amanah Bangsa.
Meski tak banyak waktu yang dimiliki sang suami, Alfiyah tak pernah bosan memberikan pemahaman pada ketiga buah hatinya mengenai pekerjaan sang ayah. Semaksimal mungkin, ia memberikan pemahaman jika sang ayah bekerja karena dibutuhkan orang banyak. “Namanya anak-anak pasti inginnya sama orang tua. Paling pinter-pinter saya untuk mengalihkan mereka dengan mengajak keluar rumah,” tuturnya.
Menurut dia, sifat anak tak jauh dari didikan dan pola asuh yang diberikan kedua orang tua. Sehingga ia selalu mengajarkan anak-anaknya menjaga bahasa. “Kalau bahasanya tertata dan sopan santun, saya rasa anak-anak tidak mungkin nyeleneh,” jelasnya.
Ia juga berharap kemampuan ketiga anaknya dapat tumbuh menjadi anak yang saleh/salehah. Sebab, kedua orang tua selalu mendukung selama potensi yang dimiliki sang anak tidak bertentangan dengan agama ataupun pendidikan. “Kami lebih membimbing potensi kesukaan sang anak.  Insya Allah tumbuh menjadi pribadi yang membanggakan,” tuturnya.(rez/c/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *