SHARE

METROPOLITAN.ID | CIBINONG – BS (29), SB (34), A (30) dan K (25) hanya bisa tertunduk lesu. Keempatnya berjejer mengenakan baju tahanan lengkap dengan penjagaan polisi bersenjata di halaman Mako Polres Bogor, kemarin pagi. Mereka merupakan jaringan pelaku kejahatan yang ditangkap jajaran Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Bogor dan Polsek Babakanmadang.
Dua orang yang mengenakan baju tahanan hitam, yakni BS dan SB, ditangkap lantaran kerap mencuri kendaraan bermotor dengan modus mengaku anggota polisi. Kepada korban, keduanya menanyakan surat-surat kendaraan untuk diperiksa. Lalu, mereka membawa motor tersebut dengan alasan pemeriksaan. Jika korban melawan, maka senjata api (senpi) jenis air softgun siap melayang.
“Jadi, mereka itu mengaku sebagai anggota polisi. Mereka kemudian membawa kabur motor korban. Pelaku juga mengancam korban dengan menodongkan senjata yang selalu dibawa dalam setiap aksinya,” terang Kapolres Bogor AKBP Suyudi Ario Seto didampingi Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Aulia Djabar, Kasat Narkoba AKP Yuni Purwanti Kusuma Dewi dan Kapolsek Babakanmadang Kompol Tri Suhartanto saat ekspos di Mako Polres Bogor, kemarin.
Selain itu, sambung Suyudi, pelaku juga kerap mengonsumsi narkoba sebelum melancarkan aksinya. Dari tangan SB, polisi mengamankan barang bukti berupa satu paket narkotika jenis sabu seberat satu gram, satu bong yang terbuat dari dot susu, tiga kaca tempat pembakaran sabu, satu sendok plastik kecil, satu korek gas dan satu selang kecil, satu senjata api jenis air softgun, satu telepon genggam dan satu dompet warna cokelat.
Sedangkan dari tangan BS, polisi berhasil menyita dua unit kendaraan bermotor, satu pucuk senjata api air softgun hitam, dua gas air softgun dan satu telepon genggam. “Dari tangan pelaku, kami menemukan narkoba jenis sabu berikut alat-alat isap yang biasa digunakan tersangka sebelum beraksi. Keduanya juga memiliki senpi jenis air softgun untuk menakuti korbannya,” jelasnya.
Sementara dua tersangka lain, A dan K, harus berurusan dengan polisi akibat mengedarkan narkoba. Keduanya merupakan bandar narkoba yang sering mengedarkan barang haramnya di wilayah Bogor dan sekitarnya.
Dari tangan A, polisi mengamankan barang bukti 43 butir pil ekstasi dalam sebuah kotak putih serta satu unit kendaraan bermotor yang biasa digunakan untuk bertransaksi. Sedangkan dari tersangka K, polisi menyita sembilan paket ganja kering siap edar serta satu unit kendaraan roda dua. “Para pelaku dikenakan Pasal 362 jo Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan pemberatan dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana di atas 20 tahun,” pungkasnya. (fin/c/feb/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY