SHARE

METROPOLITAN.ID – Merintis usaha hijab hingga kuliner bukanlah hal mudah. Tapi, Elidawati membuktikan dirinya mampu menjalankan dua bisnis sekaligus. Tentu semua yang diraihnya bukan tanpa perjuangan. Wanita berhijab ini pun berbagi kisah pengalamannya menjalankan usaha di tengah-tengah persaingan ketat para pebisnis.
Nama Elidawati mungkin banyak dikenal. Wanita berusia 50 tahun itu merupakan pemilik produk Elzatta, nama bran hijab corak, motif dan dibuat di pabrik Turki yang sudah memiliki 50 toko dalam dua tahun terakhir. Dari karyawan yang hanya tujuh orang pada 2012, kini menjadi 400 orang. Toko terakhir didirikan di mal fx, menjadi toko ke-50 yang bersanding dengan Dauky, perlengkapan casual busana muslim.
Elidawati mengatakan, setiap bran memiliki strategi pengembangan berbeda, sehingga tak perlu mengkhawatirkan satu sama lain. ”Kami mengembangkan dengan cara berbeda dan fokus,” katanya. Perjalanan dan pengalaman kerja sebagai manager marketing, direktur marketing dan marketing direktur operasional di PT Shafira memberi andil bagi dirinya.
Elzatta dikenal dengan hijab dari bahan tipis dengan model scarf seharga Rp69 ribu hingga Rp129 ribu. “Corak dan motifnya dari Turki, dikerjakan di pabrik Turki,” kata lulusan jurusan Sejarah Universitas Padjajaran itu. Selama ini produknya fokus pada 70 persen hijab dan 30 persen busana. Harga yang dikenakan Elida ini dianggap pas dengan strategi pasar. “Tidak mahal dan tidak terlalu murah,” imbuhnya.
Inspirasi hijabnya ini dari kerudung bahan paris polos yang dipakai mulai dari kelas bawah hingga sekelas ibu menteri. Ia mencari bahan yang pas hingga ke Turki dan menemukan model scarf bercorak warna-warni yang mempercantik kaum wanita. (tem/er/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY