SHARE

METROPOLITAN.ID | TANGSEL – Seringnya keluhan warga yang dialamatkan kepada Satpol PP Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terkait maraknya Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Jalan Raya Puspiptek, Kecamatan Setu, akhirnya membuat tim penegak Perda ini gerah. Pasalnya, keberadaan PKL di sepanjang jalan tersebut terlihat semakin hari semakin semrawut.
Lantaran dinilai mengganggu ketertiban umum, Pol PP Tangsel enggan melakukan langkah preventif terkait penertiban para PKL tersebut. ”Kita sudah berikan surat peringatan untuk mengosongkan lokasi tapi tidak ada tanggapan, akhirnya kami lakukan pembongkaran secara paksa,” kata Kepala Satpol PP Tangsel, Azhar Syam’un Rakhmansyah, kemarin.
Menurutnya, ada 12 lapak PKL di Jalan Raya Puspitek, Kecamatan Setu yang dibongkar Pol PP. Selanjutnya, lapak yang sudah dibongkar itu pun disita setelah sebelumnya dilakukan pendataan. ”Semuanya kita data, termasuk para pemilik lapak,” bebernya.
Meski sempat terjadi protes yang dilakukan para pemilik lapak, akhirnya penertiban berjalan  kondusif tanpa ada perlawanan dari pedagang. Meski begitu, Azhar mengaku masih memberi toleransi kepada para pedagang dengan hanya mendata identitas. Akan tetapi, apabila di kemudian hari para pedagang kembali ke lapak dagangannya, pihaknya akan memberi sanksi Tindak Pidana Ringan (Tipiring).“Walaupun mereka mencari nafkah namun ada aturan yang harus dipatuhi,” tegas Azhar. (dra/ded/sal/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY