Budidaya Ikan Sidat Jadi Primadona

by -2 views

METROPOLITAN.ID | BUDIDAYA ikan sidat merupakan satu dari sejumlah usaha yang dirintis Kube Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat. Setelah mendapat bantuan usaha sebesar Rp20 juta pada November 2015, Kube mulai menjalankan unit bisnisnya. Sedikitnya ada tujuh usaha yang dirintis penggerak Kube, di antaranya benih lele, ikan sidat, konter pulsa, penjual gorengan, produksi tempe higenis dan kue basah.
“Alhamdulillah, bantuan modal usaha itu bisa terus berjalan,” ungkap pendamping Kube Kelurahan Cilendek Barat Samsul Bahri kepada wartawan. Samsul mengaku sengaja membentuk kelompok usaha agar Usaha Kecil Mikro (UKM) bisa memiliki pelanggan tetap. “Kami bekerja sama dengan beberapa pihak agar ketika produk kami siap jual, ada pihak yang menampungnya,” ujarnya.
Salah satu perusahaan yang digandeng untuk membesarkan usaha warga yakni PT Laju Bayu Sentosa. Perusahaan itu menjual pakan untuk budidaya ikan sidat sekaligus memborong hasil panen ikan sidat. “Jadi, pakannya beli dari dia dan kami menjual hasilnya juga ke sana,” katanya.
Tak hanya itu, pihaknya juga memproduksi tempe dengan membentuk rumah tempe. Inovasi yang telah ditelurkan yakni brownis tempe, bajigur tempe dan nugget tempe. “Untuk penjualannya kami menitipkan di toko dan beberapa swalayan. Cara itu diambil untuk mengembangkan industri rumah tempe,” pungkasnya. (ano/c/feb/py)

| BUDIDAYA ikan sidat merupakan satu dari sejumlah usaha yang dirintis Kube Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat. Setelah mendapat bantuan usaha sebesar Rp20 juta pada November 2015, Kube mulai menjalankan unit bisnisnya. Sedikitnya ada tujuh usaha yang dirintis penggerak Kube, di antaranya benih lele, ikan sidat, konter pulsa, penjual gorengan, produksi tempe higenis dan kue basah.
“Alhamdulillah, bantuan modal usaha itu bisa terus berjalan,” ungkap pendamping Kube Kelurahan Cilendek Barat Samsul Bahri kepada wartawan. Samsul mengaku sengaja membentuk kelompok usaha agar Usaha Kecil Mikro (UKM) bisa memiliki pelanggan tetap. “Kami bekerja sama dengan beberapa pihak agar ketika produk kami siap jual, ada pihak yang menampungnya,” ujarnya.
Salah satu perusahaan yang digandeng untuk membesarkan usaha warga yakni PT Laju Bayu Sentosa. Perusahaan itu menjual pakan untuk budidaya ikan sidat sekaligus memborong hasil panen ikan sidat. “Jadi, pakannya beli dari dia dan kami menjual hasilnya juga ke sana,” katanya.
Tak hanya itu, pihaknya juga memproduksi tempe dengan membentuk rumah tempe. Inovasi yang telah ditelurkan yakni brownis tempe, bajigur tempe dan nugget tempe. “Untuk penjualannya kami menitipkan di toko dan beberapa swalayan. Cara itu diambil untuk mengembangkan industri rumah tempe,” pungkasnya. (ano/c/feb/py)