News, Sport and Lifestyle

Ciptakan Outlet Unik, Ingin Cendol Mendunia

METROPOLITAN.ID | Kepercayaan yang diberikan sang suami tak disia-siakan Mee-mee. Ia semakin giat memasarkan cendolnya tidak hanya lewat showroom ataupun pesanan. Dengan memberanikan diri, ia pun menyewa outlet pertamanya di salah satu supermarket di daerah Pajajaran.
Meski sewa tempat cukup mahal, ia dan sang suami optimis Cendol de Keratonnya akan menarik perhatian pengunjung. Apalagi menggunakan wadah tong dari gerabah. Keunikan tempat cendol yang ditaruh di tempat tradisional serta nama keraton berhasil menyedot perhatian pengunjung. Setahap demi setahap dalam sehari penjualan cendolnya meningkat signifikan. Hal itu menjadi angin segar bagi dirinya untuk kembali membuka cabang Cendol de Keraton.
Menginjak tahun kesembilan, usaha Cendol de Keratonnya terus melakukan perluasan dan pengembangan usaha. Kini, wanita penyuka warna putih dan hitam ini sudah memiliki hampir 80 outlet se-Jabodetabek dan Bali. Tak hanya melebarkan usaha ke berbagai daerah, ia juga melakukan banyak inovasi dalam varian cendolnya. ”Terkadang satu varian itu bisa cepat luncurnya, bisa juga sampai setahun baru luncur,” terang Mee-mee.
Usahanya bukanlah tanpa hambatan. Mee-mee sempat mengalami kerugian, terutama di musim penghujan karena penjualan cendol mengalami penurunan. Selain itu juga keluar-masuknya pegawai yang tentu mempengaruhi aktivitas penjualan. Meski begitu, semua ia lalui dengan baik, mengingat ia sudah lebih dulu ditempa saat mengelola sebuah garmen.
Ke depannya, ia dan suami ingin bisa melepas semua hal duniawi dan benar-benar menikmati masa tua tanpa harus bekerja dan hanya menjadi orang di balik layar majunya Cendol de Keraton. ”Sampai cita-cita menjadikan cendol minuman yang mendunia dan saya melepas semuanya. Entah itu ke anak saya ataupun orang kepercayaan,” pungkas Mee-mee. (fla/c/els/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *