News, Sport and Lifestyle

DTBP Godok Perda Sempadan Jalan

METROPOLITAN.ID | CIBINONG – Pembangunan gedung di Kabupaten Bogor masih semrawut. Banyak bangunan yang berdiri asal-asalan tanpa mengindahkan aturan Garis Sempadan Jalan (GSJ). Seperti bangunan minimarket yang berjajar di sejumlah jalan yang tidak memperhitungkan jarak antara bangunan dengan badan jalan.
Kepala Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman (DTBP) Kabupaten Bogor Lita Ismu membenarkan hal tersebut. Namun, pihaknya tidak bisa berbuat banyak lantaran pemerintah baru menggodok perda soal GSJ. Lita menambahkan, selama ini penentuan garis tersebut masih mengacu Perda Provinsi yang sudah terbilang lawas. Yakni, Perda Provinsi Tingkat 1 Jawa Barat Nomor 13 Tahun 1977 tentang GSJ. ”Pembentukan Perda GSJ akan menyesuaikan aturan baru sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur dan Bupati,” ungkapnya.
Mantan asisten Perekonomian dan Pembangunan itu mengaku akan memberlakukan aturan perda itu pada 17.000 kilometer jalan di Kabupaten Bogor. “Kami memiliki kewenangan untuk mengatur jalan kabupaten. Jadi, fokus kami hanya 17.000 kilometer,” ujarnya.
Menurut Lita, selama ini banyak bangunan yang mengabaikan aturan GSJ. Untuk itu, ke depan pengawasan akan lebih diperketat menyesuaikan perda yang kini masih dikaji.
“Untuk bangunan yang melanggar akan diberikan ketentuan peralihan, seperti bangunan yang telah memiliki izin untuk berdiri sesuai IMB tidak akan dipermasalahkan, kecuali jika tidak punya IMB,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Pansus III DPRD Kabupaten Bogor Junaidi Samsudin mengatakan, pihaknya masih membahas Raperda GSJ. Dalam pembuatan raperda ini, pihaknya diberikan waktu 14 hari kerja. “Semoga sebelum target yang ditentukan semua bisa selesai,” tandasnya. (rez/b/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *