News, Sport and Lifestyle

Galian Liar Makin Menjamur

METROPOLITAN.ID | CIJERUK – Aparat penegak Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bogor dituntut bertindak tegas terhadap keberadaan galian C di wilayah Cijeruk dan Cigombong. Pasalnya, aktivitas para pelaku eksplorasi alam secara liar tersebut semakin merajalela tanpa memperhitungkan dampak yang ditimbulkan. Bahkan terhadap keselamatan jiwa sekali pun.
Sudah bukan rahasia umum lagi di wilayah Kecamatan Cijeruk dan Cigombong, banyak dijumpai lokasi tambang liar dari berbagai jenis bahan material alam seperti batu, pasir dan teras  yang dieksplorasi dengan cara tradisional para oknum pengusaha nakal. Para pelaku usaha tersebut mengatasnamakan kepentingan hajat hidup masyarakat demi keuntungan pribadinya. Rimbunnya hutan di perbukitan Gunung Salak pun makin terkikis dan alamnya porak-poranda.
“Usaha yang kami lakukan ini bukan untuk mencari keuntungan pribadi, tapi demi menyejahterakan warga setempat yang selama ini penghasilan pokok dan keahliannya hanya menambang”, kilah seorang pengusaha tambang batu di kawasan Cigombong yang enggan menyebutkan namanya, beberapa waktu lalu.
Sudah tak terhitung lagi jumlah korban yang jatuh akibat pola penambangan yang dilakukan tanpa aturan di kawasan itu. Korban terakhir jatuh saat galian C milik Haji Damiri di Kampung Panyarang, RT 1/7, Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, longsor pada Jumat (15/1) dan menewaskan pekerjanya bernama Uyeh (47) warga Kampung Panyarang, RT 3/7, Desa Ciburayut. Namun,  seperti kejadian-kejadian sebelumnya, peristiwa ini pun ditutupi dari perhatian publik.
Kepala Unit Polisi Pamong Praja Kecamatan Cigombong, Somantri, saat dikonfirmasi mengatakan, seluruh lokasi galian C di Cigombong itu tak berizin. Karena berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bogor, wilayah Gunung Salak merupakan kawasan resapan air.
“Tidak satu pun dari sembilan lokasi galian C di Cigombong memiliki izin. Karena kawasan itu merupakan daerah resapan air. Saya nyatakan galian C di Cigombong berstatus liar alias bodong,” tegasnya. (her/suf/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *