Geger Cewek Hamil Tewas

by -

METROPOLITAN.ID – “Selamat jalan sayangku, selamat jalan cintaku, selamat jalan kasihku.” Ungkapan ini ditulis Afrizal dalam postingannya di Facebook. Laki-laki berusia 21 tahun yang ditinggal pergi sang istri, Nur Yanthi Nadhinna, tak kuasa menahan kesedihannya. Terlebih, Yanti diduga tewas lantaran keracunan krim pemutih wajah.
Duka mendalam yang dialami Afrizal membuat geger media sosial. Pantauan Metropolitan, hingga pukul 23:00 WIB, postingannya kebanjiran simpati dari 2.097.505 pengguna Facebook.
Afrizal mengatakan, sejak usia kandungan istrinya satu minggu hingga delapan bulan diduga keracunan memakai krim wajah saat hamil. Nahasnya, anak Afrizal yang baru dilahirkan juga harus menjalani perawatan intensif karena diduga terkontaminasi.
”Ya Allah, sadarkan anak dan istriku. Bangun kan mereka dari tidurnya, jangan biarkan mereka tertidur terlalu lama. Aku nggak sanggup Tuhan, harus melihat mereka seperti ini. Jangan biarkan mereka meninggal kan aku disini, aku gak sanggup sumpah nngak akan pernah sanggup,” tulis Afrizal di akunnya.
Postingannya itu diunggah bersamaan dengan foto-foto istri dan bayinya langsung menjadi viral di Facebook hingga 55 ribu komentar yang menyatakan simpati, 7 ribu share dan 257 ribu likes.
Afrizal lalu mengunggah postingan terbarunya yang menyatakan istrinya sudah meninggal dunia. Ia tak dapat menyembunyikan kesedihannya. ”Smoga tenang di alam sana, di tempatkan di surga yang indah. Diterima amal baiknya dan diampuni segala dosa-dosa ya sayang. Aku nggak tahu entah sampai kapan terus larut dalam kesedihan ini,” tulisnya lagi.
Afrizal merupakan pria asal Medan. Istrinya, Nur Yanthi Nadhinna, harus menjalani perawatan di RSUD Pirngadi Medan usai menjalani bedah caesar.
Afrizal pun mendapat simpati dari netizen atas musibah yang dialaminya.  Usai dinyatakan meninggal, banyak netizen menyatakan bela sungkawa yang medalam terhadap apa yang dialami Afrizal dan keluarganya.
Beberapa netizen bahkan menangis membaca postingan yang dikirimkan Afrizal. Mereka berharap dia tabah men­jalani cobaan yang dihadapi.
”Nangis lihat dan baca ini postingan,.semangat mas,.insyallah istri akan melihat selalu perjuanganmu kedepan untuk anakmu,.dan memberi doa dari sana,.semoga beliau ditempatkan disurga terindah miliknya..amin ya rabbalalamin..” tulis seorang netizen.
Sementara itu dalam kolom komentarnya, Afrizal menuliskan ”Istri saya mengalami keracunan kehamilan sejak usia kandungan 1 minggu sampai mau memasuki usia ke bulan ke 8 di hari Sabtu pagi kemarin tepatnya jam 6 pagi. Kami berdua masih tertidur pulas di kamar. Tetapi saya merasakan ada yang aneh pada istri saya. Pas saya bangun lalu melihat dia ternyata sudah kejang-kejang matanya melotot ke atas lalu mengeluar kan bui dari mulut nya, saya panik.”
Afrizal segera membawanya ke klinik namun istrinya tak mengalami perubahan. ”Sehingga kami pihak keluarga melarikan dia ke RSU Pirngadi Medan lalu dokter segera mengatasinya dan melakukan bedah caesar pada sang ibu untk mengeluarkan anak saya,” tulisnya. Namun, sayangnya sang istri meninggal dunia.
Humas RSUD Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin mengatakan, Yanthi meninggal dunia bukan karena kesalahan medis. ”Pas masuk IGD sudah menurun kesadarannya,” kata Edison.
Yanthi awalnya masuk ke RSUD Pirngadi pada 6 Februari pukul 15:52 WIB. Selanjutnya dilakukan operasi caesar pada pukul 17:55 WIB. Ia kemudian melahirkan bayi laki-laki dengan berat 1,5 kg.  ”Posisinya waktu masuk sudah mau melahirkan. Tetapi keadaan si ibu sudah buruk. Rupanya dia kesadaran menurun,” imbuhnya.
Setelah melahirkan, Yanthi dirawat di ruang IGD pukul 19:30 WIB karena kondisinya lemah. Ia dirawat di IGD selama dua hari, hingga akhirnya meninggal dunia pada 8 Februari pukul 14:00 WIB. (tib/er/wan)

Loading...