Hadeh… Masih Beroperasi Aja

by -

METROPOLITAN.ID – Meski belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Walikota Bogor Bima Arya membiarkan parkiran bertingkat (double decker) yang berlokasi di area Stasiun Bogor tetap beroperasi. Padahal, tempat parkir yang sudah berdiri sejak dua tahun lalu itu hingga kini belum mempunyai izin Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
Belum ditindaknya parkiran bodong itu oleh Pemkot Bogor, membuat Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Bogor Jenal Mutaqin heran. Menurutnya, pemkot terkesan sengaja membiarkan parkiran itu beroperasi walau belum mengantongi berkas perizinan. “Saya bingung sama pemkot. Ini jelas pelanggaran di depan mata, tetapi kenapa masih saja tidak ditindak,” sindirnya.
Ia mengakui pada 2015 pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak). Bahkan di tahun yang sama sudah disepakati akan menghentikan sementara operasional tempat parkir bertingkat itu. “Ketika sidak kedua kalinya, ternyata mereka malah sudah beroperasi. Kita sempat tanya ke penanggungjawabnya, katanya sudah dapat izin lisan dari walikota Bogor,” katanya.
Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2006, setiap pengusaha yang membandel maka berkewajiban menghentikan selama perizinan belum dimiliki. “Jadi, mereka harus diberikan tindakan polisional dan pembongkaran. Meski milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), aturannya tetap sama dan harus patuh pada aturan yang sudah ada,” jelasnya.
Jenal menuturkan, Komisi A   segera membahas permasalahan ini dan akan memanggil Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPT PM), apakah izin sudah selesai apa belum. “Kalau belum selesai maka kita pertanyakan. Harusnya Pengawas Bangunan dan Pemukiman (Wasbangkim) melakukan pengawasan terhadap bangunan yang melanggar,” tegas politisi Partai Gerindra itu.
Sementara itu, Walikota Bogor Bima Arya mengaku telah menerima laporan dari aparatur wilayah bahwa di kawasan Stasiun Bogor sangat macet. Bahkan, banyak parkir liar lantaran di tempat parkir bertingkat sangat mahal. “Sampai detik ini, PT KAI tidak mau menyelesaikan perizinannya. Padahal mereka merupakan BUMN dan bagian dari pemerintah. Harusnya tetap mengikuti aturan yang sudah ditetapkan,” ujar Bima.
Karena ngeyel tidak mau mengurus izin, Bima memerintahkan aparat wilayah segera turun tangan untuk menutup tempat parkir tersebut. “Kita harus menindak tegas bangunan yang melanggar. Sebab, PT KAI tidak pernah berniat menyelesaikan perizinan bangunan tersebut,” terangnya.
Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Bogor Eko Prabowo menjelaskan, pihaknya sudah memanggil PT KAI untuk mengonfirmasi perizinan double decker. “Besok kita akan panggil PT KAI untuk konfirmasi perizinan yang mereka miliki,” pungkasnya. (mam/b/ram/run/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *