SHARE

METROPOLITAN.ID | CARINGIN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Bogor, mengancam bakal mengerahkan massa untuk memantau peredaran narkoba dan prostitusi terselubung yang ada di wilayah Kecamatan Caringin dan sekitarnya. Hal ini dilakukan menyusul dugaan hotel-hotel yang ada di kawasan tersebut, menyediakan wanita penghibur alias Pekerja Seks Komersial (PSK). Salah satu hotel yang dituding menyediakan ’wanita penghibur’, yakni Hotel Bumi Caringin. Tak ayal, hal ini membuat Ketua DPD FPI Kabupaten Bogor Jamaludin, geram. Pasalnya, belum lama ini pihaknya juga telah menyerahkan barang bukti berupa 1381 obat penenang yang dijual bebas di apotek. Obat tersebut antara lain, Alfphazholam, Merci, Exzimer dan Trexmihexpinidil yang berhasil digaruk FPI dari sebuah apotek. “Selain obat-obatan terlarang, kami juga tengah memantau prostitusi terselubung yang belakangan ramai beredar. Bahkan, kami tak segan-segan menggeruduk lokasi yang menyuguhkan jasa PSK,” tegas Jamaludin kepada Metropolitan, kemarin. Masih kata dia, peredaran narkoba dan maraknya praktik prostitusi, sudah merusak akhlak dan moral anak bangsa. Oleh karena itu, FPI Kabupaten Bogor menyatakan perang terhadap penyakit masyarakat tersebut, termasuk praktik ’bisnis lendir’. Menanggapi hal tersebut, Staf Hotel Bumi Caringin Aang Supriatna tak mengambil pusing hal ancaman FPI tersebut. Supriatna mengaku, hal tersebut merupakan hak masyarakat yang perlu ditanggapi dengan tangan terbuka. “Silahkan saja, kami tak pernah menyediakan ‘wanita malam’. Kalaupun ada tamu yang menginap di hotel ini, itu adalah tamu yang kehabisan tempat bermalam. Malah yang menginap satu keluarga dan itu silahkan dibuktikan,” kilahnya. Sementara itu disinggung mengenai tudingan jika Hotel Bumi Caringin menyedikan jasa PSK, Supriatna membantah hal tersebut. “Tudingan tersebut tidak benar, kami mendukung kepedulian masyarakat. Kami juga akan berhati-hati dalam menerima tamu,” pungkasnya. (nto/suf/run)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY