SHARE

METROPOLITAN.ID | ROMA – Pria Amerika ditangkap setelah aksi kriminalnya terekam kamera tersembunyi yang dipasang polisi di stasiun kereta api Termini di Roma, Italia.Diketahui pelaku berprofesi sebagai teknisi dan berusia 52 tahun. Dalam rekaman tersebut, terlihat ia mengincar imigran anak-anak, rata-rata laki-laki berusia belasan tahun. Dari stasiun KA, anak-anak itu diajak ke apartemen di Roma.

Sesampainya di kamar, mereka dilecehkan secara seksual. Beberapa dari mereka bahkan diculik untuk kemudian dijual ke industri prostitusi.

Laporan menunjukkan sarang pelaku yang merupakan mantan insinyur Boeing itu terletak di pusat kota Negeri Pizza yang marak kriminalitas, penuh dengan geng dan prostitusi di bawah umur.

Disitat dari Express, Senin (1/2/2016), Kementerian Dalam Negeri Italia mengatakan, modusnya adalah dengan menjanjikan bayaran kepada para korban sebesar 115 euro atau Rp1,7 juta sekali ‘melayani’.

Trik memasang kamera tersembunyi ini sebelumnya pernah dilakukan kepolisian setempat. Berkat program pengawasan baru ini, petugas keamanan berhasil membongkar jaringan bisnis gelap tersebut di tempat yang sama pada Mei 2015.

Kebanyakan imigran anak-anak yang menjadi korban perdagangan manusia di Italia berasal dari Roma sendiri, Timur Tengah dan Afrika. Rata-rata berusia sekira 11 tahun dan pelanggannya adalah pria berusia 70 tahun ke atas.

Walaupun bisnis romansa sesaat ini legal di Negeri Menara Pisa. Perdagangan manusia dan menjajakan diri di jalan dilarang. Demikian juga prostitusi terhadap anak-anak, batas legal prostitusi di Italia minimal 14 tahun.(okezone.com)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY