Iris Lidah sebagai Penolak Bala

by -16 views

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Sehari sebelum perayaan Cap Go Meh 2016, sejumlah warga Tionghoa berkumpul di Vihara Dhanagun, Jalan Suryakancana, Kecamatan Bogor Tengah. Mereka datang untuk menyaksikan ritual iris lidah yang dipercaya sebagai penolak bala. Aksi iris lidah itu satu per satu dilakukan para tangsin (sebutan pelaku iris lidah, red) dengan sebilah pedang. Darah yang keluar dari lidah ditampung dalam wadah kemudian digunakan untuk menuliskan aksara-aksara China di atas kertas kuning (kertas Hu). Kertas Hu itu berfungsi sebagai isim atau azimat memulai ritual selanjutnya.
Uniknya, para tangsin yang mengiris lidahnya tidak kesakitan. Bahkan, luka hasil irisan itu tidak terlalu parah.
Luka bekas irisan benda tajam itu disembuhkan dengan ramuan dari bawang putih, air jeruk nipis, remasan biji jagung dan telur setelah ritual selesai. Aksi keempat tangsin ini membuat ngeri para pengunjung yang penasaran dengan upacara itu. Ritual seperti ini dilakukan rutin setiap tahun oleh warga keturunan Tionghoa sebelum perayaan Cap Go Meh. Tujuannya, sebagai tolak bala.
Selain tolak bala, ritual iris lidah ini untuk meminta perlindungan kepada dewa dan para leluhur. Ritual tersebut juga sebagai doa agar diberikan rezeki dari para leluhur. ”Yang paling utama dalam ritual iris lidah ini, permohonan dan momentum agar usaha dalam satu tahun ke depan diberi kelancaran,” ujar Ketua Panitia Cap Go Meh Arifin Himawan di Vihara Dhanagun, kemarin.
Sebelum ritual iris lidah, warga Tionghoa membawa patung-patung yang mewakili dewa serta joli dengan cara ditandu diiringi suara tabuhan dan barongsai serta liong. Joli dan dewa dari berbagai vihara di Bogor ini dikumpulkan di Vihara Dhanagun. (lip/ram/run)

Loading...