Ketika Akan Menjual Rumah Menjadi Hal Yang Dilematis

by -0 views

Apabila masih dapat meminjam uang kepada teman atau keluarga misalnya tentu tidak perlu seseorang menjual rumahnya saat membutuhkan uang. Akan tetapi bagaimana lagi jika tidak ada lagi yang dapat dilakukan untuk segera memenuhi kebutuhan yang dirasa cukup mendesak tersebut. Dilematis, ya, kadang seseorang mengalami rasa dilema saat akan menjual sebuah rumah yang dipunyainya walaupun dalam keadaan terdesak. Jual rumah tentu akan menimpa siapa saja yang dalam kondisi yang sedang terdesak, karena jujur saja pastinya dia pun enggan untuk menjual rumahnya. Tentu saja mau tidak mau hal itu menjadi pilihan yang terakhir yaitu dengan cara menjual rumah pribadi tersebut, tentunya opsi untuk menjual rumah itu adalah merupakan sebuah opsi terakhir saat kita telah mengupayakan berbagai banyak hal dan kalau dirasa tidak ada hasilnya, maka kemudian barulah menjual rumah sebagai save the best for the last yang sebenarnya akan sangat disayangkan apabila dipindah tangankan. Kalau saja masih ada pilihan yang lain yang dapat dilakukan untuk bisa memenuhi kebutuhannya tersebut. Hal ini biasanya terjadi ketika seseorang tengah dilanda musibah dan membutuhkan dana yang banyak sedangkan asset berharga yang dimilikinya hanyalah sebuah rumah pribadi saja. Selain karena factor keterpaksaan tersebut, dilematis menjual rumah pribadi juga biasanya terjadi karena masih adanya potensi untuk menjual rumah tersebut dengan harga yang lebih tinggi di tahun tahun mendatang sehingga sayang jika hanya dijual dengan harga yang bisa didapatkan saat ini jika nanti bisa mendapatkan harga yang lebih mahal. Tentu keuntungan yang didapatkan pun menjadi tidak sesuai dengan target awal. Dilematis lainnya menjual rumah pribadi adalah akan ada fase dimana dirinya nanti tidak memiliki rumah dan ini biasanya akan melatih mental seseorang apakah kuat atau tidak. Apakah kuat untuk tidak ngontrak dan mengumpulkan uang untuk membeli rumah kembali atau justru tertekan dan akhirnya memilih untuk mengontrak sebuah rumah yang hanya akan menjadi beban selama hidupnya nanti. Untuk itu senantiasa dipikirkan lebih matang matang untuk menjual sebuah rumah pribadi.