Lagi Bugil, Terapis Panti Pijat Digerebek Satpol PP

by -27 views

METROPOLITAN.ID | TANGERANG – Sebuah ruko pijat plus-plus dan SPA di Kompleks Ruko De Mansion Alam Sutra, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, disegel aparat Satpol PP, kepolisian dan TNI, Selasa (23/2). Penyegelan dilakukan karena tempat tersebut tidak memiliki izin dan diduga menjadi tempat prostitusi terselubung.
Ada pun keenam spa dan pijat tersebut adalah Orchid Spa, Lunatic, Dragon, Unicorn, Mansion message dan Scorpion Massage. Dalam razia tersebut petugas mendapati seorang wanita terapis tengah melayani pelanggan dalam keadaan bugil. Sontak saja, bagi sang terapis dan pelang­gannya terkejut dan hanya bisa menutup tubuh dengan kedua tangannya.
Kemudian petugas langsung membawa wanita terapis tersebut ke Kantor Satpol PP. Petugas juga menyegelnya dengan menggembok dan menempel stiker di depan pintu rolling door. Salah satunya di Dragon Spa, petugas sudah menggedor tempat tersebut dan memerintahkan agar siapa pun yang ada di dalam ruko keluar karena akan disegel permanen. Karena tidak ada jawaban, akhirnya petugas membuka paksa pintu ruko.
Saat diperiksa, sebanyak lima terapis ditemukan sedang berada di mess di lantai tiga ruko. Sambil digiring petugas, mereka keluar sambil menutup wajahnya. ”Apa-apaan sih ini, nggak usah pake difoto-foto sih,” ucap salah satu terapis dengan emosi. Setelah didata petugas, mereka pun diperbolehkan pulang.
Kepala Satpol PP Kota Tangerang Mumung Turwana mengatakan, penyegelan sebagai tindak lanjut atas razia yang dilakukan Satpol PP Kecamatan Pinang pada Senin (22/2) terhadap enam tempat spa dan pijat tersebut. ”Mereka melanggar Perda Nomor 6 Tahun 2011 tentang Ketertiban Umum, Perda Nomor 17 Tahun 2011 tentang Retribusi Perizinan sehingga dilakukan penyegelan sesuai Perwal Nomor 53/2011 tentang Tata Cara Penertiban Izin Gangguan,” jelasnya.
Menurut Mumung, penyegelan ini bersifat permanen sehingga tidak boleh beroperasi lagi. Jika pemilik spa dan pijat merasa keberatan, dia mempersilakan untuk menghubungi Pemerintah Kota Tangerang. ”Jadi segel ini tidak boleh dibuka tanpa persetujuan pemkot,” tukasnya.
Selain itu, keenam tempat tersebut diduga menjadi tempat prostitusi terselubung. ”Keenam tempat pijat plus-plus dan spa ini diduga menjadi tempat prostitusi. Dari razia yang kami lakukan terdapat wanita sedang melayani pria hidung belakang,” tuturnya. (ded/els/wan)