SHARE

METROPOLITAN.ID | Bandung –  Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PAN RB, Herman Suryatman mengimbau masyarakat agar waspada terhadap penipuan soal penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Penipuan itu marak terjadi lewat internet. “Ada tujuh belas portal yang mengunggah informasi bohong dan tidak benar (soal penerimaan CPNS),” tegas Herman di Bandung, Jumat (12/2).

Pemerintah hingga bulan Februari 2016 ini, ungkap Herman, sama sekali belum mengumumkan adanya penerimaan CPNS. Tujuh belas portal yang dilaporkan itu, antara lain, www.cpns2016.com, www.cpns.info, www.lowongankerja15.com, www.cpns.rikowijaya.com, dan www.infocpns2016.com. Selain itu, ada beberapa lainnya, di antaranya www.pendaftarancpns.com, www.cpns2015.com, www.regepns.com, dan www.infolowongancpns.com.

Dalam laporannya ke Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI, Herman menyatakan, portal-portal tersebut memuat informasi yang menggambarkan pemerintah sedang mengadakan penerimaan CPNS untuk tahun 2016. “Ada jadwalnya, ada formasinya. Mereka juga mengutip pernyataan menteri, ada logo Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Di sinilah mafia bermain,” terang Herman.

Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sudah menerima laporan dari masyarakat yang tertipu oleh informasi di portal-portal tersebut. Setidaknya sudah ada sembilan orang dari Lampung, Maluku, dan Cilacap yang tertipu dan mengirimkan uang untuk menembus proses penerimaan CPNS tersebut.

Pelaku melakukan modus penipuan dengan memberikan jaminan pelamar akan diterima sebagai CPNS tahun 2016 asalkan mau mengirimkan uang dengan nominal tertentu terlebih dahulu. Uang jaminan itu besarannya antara Rp 50 juta sampai Rp 150 juta.

“Ada informasi juga kalau K2 (tenaga honorer) ada penambahan kuota, dijamin bisa masuk dan meminta uang jaminan. Korelasi dengan penipuan biar nanti oleh penegak hukum,” tegas Herman.

Sebelumnya, ungkap Herman, sudah ada 1.003 tenaga kerja honorer yang tertipu di Kota Bandung. “Jumlah (uang) Rp 9 miliar lebih,” imbuh Herman.

Ia menambahkan apabila masyarakat hendak meminta informasi terkait penerimaan CPNS, mereka bisa mengakses portal menpan.go.id.(beritasatu.com)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY