SHARE

METROPOLITAN.ID – Anggota DPR RI Masinton Pasaribu diduga bukan hanya sekali menganiaya asisten pribadinya, Dita Aditya Ismawati. Wanita cantik yang tinggal di Bukit Cimanggu City Blok 0, No 6, Tanahsareal, Kota Bogor  ini mengaku pernah dipukuli juga pada 17 November 2015. Hal itu disampaikan Direktur LBH Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK) Ratna Batara Munti setelah bertemu Dita.
Ratna mengatakan, kejadian pertama itu saat Dita cuti kerja karena ada tugas kuliah. Masinton kesal karena tidak bisa menghubungi Dita. Masinton lalu mendatangi apartemen tempat Dita tinggal.Di apartemen, cerita Dita ke Ratna, dirinya nyaris dicekik hanya karena tidak masuk kantor tanpa izin Masinton. ”Kemudian didorong ke dinding,” kata Ratna di Kantor LBH APIK, Condet, Jakarta Timur, kemarin.
Tak hanya itu, Masinton juga membanting gadget milik Dita hingga hancur. Mendapat perlakuan buruk, Dita hanya melapor ke sekuriti apartemen. Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu juga diduga kembali memukuli Dita pada 21 Januari. Dita lantas melaporkan kejadian kedua ini ke Bareskrim Polri pada 30 Januari.
Dita dan Masinton memang memiliki kedekatan. Dita mengaku ingin belajar politik dan mengagumi Masinton. Masinton banyak memberi wawasan kepada Dita. ”Masinton baik, tapi ketika marah tidak bisa mengontrol. Mungkin dia merasa memiliki dan menguasai hidup Dita. Dia (Masinton) tidak mau disepelekan,” jelas Ratna.
Dari hari ke hari, Masinton makin posesif sehingga terkesan ingin menguasai hidup Dita. Masinton, menurut Ratna, menginginkan kontrol penuh atas hidup Dita. Karena memang dekat, Dita mengira itu hanya perlakuan seorang anggota dewan kepada asisten. Dita juga menyampaikan ke Ratna bahwa keluarganya sudah mengenal dekat keluarga Masinton. Ratna menilai aneh bila Masinton membantah menganiaya Dita. Ketika Dita dirawat di Rumah Sakit Mata Aini di Cikini, Masinton menjenguk.
Kepada orang tua Dita, Masinton pernah menyampaikan tidak akan terjadi pemukulan kepada Dita untuk ketiga kali. ”Itu artinya, yang dua kali dia akui,” ujar Ratna.
Sementara itu, Tenaga Ahli Masinton, Abraham Leo Tanditasik mengatakan, memar di wajah Dita akibat berbenturan dengan tangannya. Beberapa waktu lalu, Abraham mengendarai mobil. Dita duduk di samping Abraham. Tiba-tiba, menurut keterangan Abraham, Dita menarik setir mobil. Abraham berusaha mengendalikan laju ken­daraan, secara tak sengaja ta­ngannya mengenai wajah Dita.
Selain mengadu ke LBH, Dita yang tak terima dengan perlakukan bosnya itu melapora ke Bareskrim Mabes Polri. Laporan Dita tertuang dalam tanda bukti lapor nomor TBL/73/1/2016/Bareskrim dengan laporan polisi nomor: LP/106/1/2016/Bareskrim tertanggal 30 Januari 2016. Dalam laporan tercatat terlapor adalah Masinton Pasaribu anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDIP Perjuangan atas perkara dugaan tindak pidana penganiayaan sebagaimana dijelaskan Pasal 351 KUHP. (pos/met/els/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY